Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera melakukan asesmen terhadap dampak banjir yang melanda beberapa kelurahan di tiga kecamatan pada Rabu (3/7) malam.
"Asesmen ini dimaksudkan untuk mengetahui kerusakan dan kerugian yang timbul akibat banjir, sekaligus evaluasi agar banjir tidak terulang lagi," Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan asesmen akan dilakukan secara menyeluruh baik itu potensi kerusakan milik warga maupun kerusakan terhadap fasilitas publik milik pemerintah. Selain itu asesmen juga dilakukan terhadap kebutuhan warga yang terdampak untuk bantuan bahan pokok serta logistik lainnya.
"Hasil asesmen akan menjadi acuan kami untuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait," katanya.
Baca juga: Petugas bersihkan sampah lumpur sisa banjir di Mataram
Misalnya, kata dia, jika ada kerusakan rumah warga penanganan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Kemudian jika ada laporan terkait kebutuhan bantuan bahan pokok dan logistik lainnya akan dikomunikasikan dengan Dinas Sosial.
Sementara jika ada kerusakan terhadap konstruksi saluran, jembatan, atau titik-titik rawan penyumbatan saluran, dan potensi kerusakan infrastruktur lainnya, akan disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
"Setelah kita komunikasikan, masing-masing OPD bisa melakukan asesmen langsung sesuai dengan tugas dan kewenangan agar dapat ditindaklanjuti," katanya.
Baca juga: Sebanyak 50 warga terdampak banjir Mataram sudah kembali ke rumah
Lebih jauh Mahfuddin mengatakan banjir yang terjadi pada 3 Juli 2024 dipicu karena intensitas hujan lebat yang berlangsung lama dari pagi sampai malam, sehingga terjadi genangan dan banjir di beberapa kelurahan pada tiga Kecamatan Sandubaya, Mataram, dan Sekarbela.
Kelurahan yang terdampak itu antara lain Kelurahan Pagesangan, Pagesangan Timur, Babakan, Selagalas, dan Karang Pule. Kondisi itu terjadi karena meluapnya permukaan air di dua sungai yakni Sungai Breyok dan Unus.
Baca juga: Dinas PUPR angkut enam ton sampah sisa banjir di Mataram
Dari bendung pemantau permukaan sungai juga terjadi kenaikan lima sentimeter dari angka normal 90 sentimeter. Karena itulah, kata dia, masyarakat banyak terdampak dan warga di beberapa wilayah juga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Alhamdulillah, pagi tadi warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan jajaran pemerintah kota sudah bergotong royong membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir," katanya.
Baca juga: Wali Kota minta tim kesehatan siaga di lokasi banjir Mataram
Berita Terkait
Masyarakat Mataram diimbau tetap tenang terkait potensi megathrus
Senin, 26 Agustus 2024 13:51
Gedung Pusdalops Mataram mulai dibangun September
Kamis, 8 Agustus 2024 10:39
Sosialisasi mitigasi bencana geologi digelar di Mataram
Rabu, 7 Agustus 2024 16:47
BPBD usulkan pemasangan tanggul permanen atasi longsor di Mataram
Rabu, 7 Agustus 2024 14:35
Cegah abrasi, Warga Mataram diajak rawat pohon pelindung di pesisir
Rabu, 31 Juli 2024 15:47
BPBD asesmen indikasi longsor akibat hujan di Mataram
Rabu, 31 Juli 2024 15:42
Pohon pelindung ditanam di sepanjang pesisir Mataram cegah gelombang pasang
Sabtu, 27 Juli 2024 18:16
BPBD Mataram-NTB siapkan logistik antisipasi musim kemarau
Rabu, 15 Mei 2024 15:06