Mataram dapat tambahan pembangunan rusunawa Montong Are

id Mataram,Rusunawa,Montong Are

Ilustrasi Rusunawa.

Tambahan itu akan dibangun 2019. Itu sesuai dengan rencana dari Kementerian PUPR sejak awal dibangunnya rusunawa tahap pertama di areal Montong Are
Mataram (Antaranews NTB)- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan tambahan satu "twin blok" pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Montong Are, Kecamatan Sandubaya.

"Tambahan itu akan dibangun 2019. Itu sesuai dengan rencana dari Kementerian PUPR sejak awal dibangunnya rusunawa tahap pertama di areal Montong Are," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, HM Kemal Islam di Mataram, Jumat.

Ia menambahkan dengan akan pembangunan itu maka rusunawa yang akan tersedia sebanyak dua twin blok. Dimana satu twin blok berisi 95 kamar, artinya dapat dihuni 95 kepala keluarga (KK).

Menurutnya rencana penambahan pembangunan itu seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk tinggal di rusunawa. Hal itu terbukti dengan masih adanya daftar tunggu penghuni rusunawa yang jumlahnya lebih dari 35 KK.

35 KK ini masuk daftar tunggu karena sejak beroperasionalnya Rusunawa Montong Are Agustus 2017, mereka tidak mendapatkan kamar. Meskipun mereka sudah memenuhi kriteria sebagai penghuni rusunawa.

"Insya Allah begitu rusunawa tahap kedua rampung terbangun, warga yang sudah masuk daftar tunggu bisa langsung terakomodasi menjadi penghuni rusunawa," jelasnya.

Ia melanjutkan rusunawa merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kawasan kumuh perkotaan sebab hingga saat ini Kota Mataram masih kekurangan sekitar 12 ribu rumah dari kebutuhan sekitar 100 ribu rumah.

"Untuk memenuhi kekurangan itu, rusunawa bisa menjadi satu alternatif sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan tempat tinggal yang aman, nyaman dan murah," katanya.

Hingga saat ini Kota Mataram memiliki tiga titik lokasi rusunawa yang sudah beroperasional sejak beberapa tahun lalu, yakni di Selagalas, Mandalika dan Montong Are.

Dari ketiga rusunawa tersebut, hanya Rusunawa Selagalas yang asetnya telah diserahkan secara penuh oleh pemerintah kepada Pemerintah Kota Mataram.

"Sementara sisanya masih dalam proses melengkapi administrasi dan persyaratan lainnya," ujarnya.

Menyinggung tentang pemeliharaan, Kemal menyebutkan untuk pemeliharaan setiap tahunnya pemerintah kota hanya bisa mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta.

"Anggaran itu, untuk 2018 kita gunakan untuk pengecatan ulang serta penataan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada di arel rusunawa," sebutnya. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar