Masjid Al-Aqsha diserbu pendatang ilegal Yahudi

id Masjid Al-Aqsa,Negara Palestina,Pemukim Yahudi

Dokumentasi, Umat Islam melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Aqsa di kota tua Yerusalem saat warga Palestina menyerukan "hari kemarahan" terhadap pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 8 Desember 2017. ( REUTERS/Ammar Awad)

Sebanyak 127 pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks tempat suci umat Muslim itu
Jerusalem (Antaranews NTB) - Salah seorang pejabat Palestina menyatakan sejumlah pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur pada Senin. 

"Sebanyak 127 pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks tempat suci umat Muslim itu," kata Firas Ad-Dibs, Juru Bicara Jerusalem Islamic Waqf, organisasi yang dikelola oleh Jordania dan bertanggung-jawab untuk mengawasi tempat suci Islma di kota tersebut, di dalam satu pernyataan.

Menurut Jerusalem Islamic Waqf, serbuan para pemukim Yahudi itu --yang dimulai pada 2003-- ke dalam tempat suci tersebut telah memperlihatkan peningkatan tajam tahun ini, demikian laporan Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Buat umat Muslim, Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga. Sementara itu orang Yahudi merujuk tempat tersebut sebagai "Bukit Knisah", dan mengklaim itu adalah "lokasi dua kuil Yahudi pada masa lalu".

Israel menduduki Jerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsha berada, selama Perang Timur Tengah 1967. Israel mencaplok seluruh kota tersebut pada 1980, dan mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi, dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Jerusalem tetap menjadi inti konflik beberapa dasawarsa di Timur Tengah. Rakyat Palestina berharap Jerusalem Timur pada suatu hari menjadi ibu kota Negara Palestina. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar