Korban gempa minta proses administrasi bantuan tidak dipersulit

id Gempa Lombok

Dokumen - Warga beraktivitas di tenda darurat yang mereka bangun di pematang sawah di Tanjung, Lombok Utara, Jawa Timur, Kamis (9/8/2018). Pascagempa, sejumlah warga memilih membuat tenda di lokasi itu karena dekat dari permukiman tempat tinggal mereka. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj. (1) (1/)

(Magang) Mahmud/Mubarak/Muna`ah

Mataram, 11/1 (ANTARA News) - Warga korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat meminta proses administrasi bantuan dana hunian tetap warga Lombok dari pemerintah, tidak dipersulit.

"Kami berharap dana bantuan yang dijanjikan pemerintah segera terealisasikan," kata Yanto, warga Dusun Guntur Macan, Lombok Barat, Jumat.

Ia menambahkan perangkat desa dan kepala dusun memang telah membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) untuk mempermudah penerimaan dana bantuan, namun hingga kini belum ada kabar yang pasti.

Senada disampaikan Syar'i, warga Guntur Macan, pokmas yang telah dibentuk oleh perangkat dusun namun masyarakat sendiri tidak mengetahui anggota kelompoknya masing-masing.

Kami sering dimintai mengumpulkan berkas-berkas persyaratan, namun belum juga ada kabar selanjutnya, katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun Guntur Macan, Najamudin mengatakan sampai saat ini belum ada informasi dari staf desa maupun kecamatan terkait dana, dari semenjak Pokmas dibuat sampai pengukuhannya belum terealisasi.

Ketika bulan lalu kami mengadakan pertemuan di kecamatan bersama pemerintah daerah dan ajudan presiden.

Dari hasil pertemuan tersebut persyaratan telah dipermudah dan pihak cabang BRI yang diwakili oleh Agus, kata Najamudin.

Dari keterangan pihak BRI, kata dia, telah disediakan sebanyak 540 buku rekening bank untuk warga dusun Guntur macan, namun belum bisa diserahkan kepada warga karena masih ada kekurangan sehingga menunggu kelengkapannya.

Karena itu, Najamudin berharap agar dana yang dijanjikan pemerintah segera dicairkan.

Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan dana tersebut untuk membangun kembali rumah yang rusak dan kebutuhan sehari-hari, katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar