Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memperkuat kerja sama antarlembaga dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara guna mewujudkan Mataram bersih dan lestari berkelanjutan.
Untuk itu Wali Kota Mataram Mohan Roliskana melakukan pertemuan langsung dengan Kepala P3E Bali-Nusra Ni Nyoman Santi bersama jajarannya di Mataram, Kamis.
Wali Kota mengatakan pertemuan itu menjadi bagian dari strategi lintas wilayah dalam penguatan tata kelola lingkungan hidup secara terpadu dan berkelanjutan.
"Pembangunan di Kota Mataram tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan," katanya.
Baca juga: Kurangi beban TPST, Mataram terapkan program pilah sampah dari sumber
Terkait dengan itu, lanjutnya, kolaborasi lintas sektor dan wilayah sangat dibutuhkan agar tantangan lingkungan, seperti perubahan iklim dan urbanisasi, dapat dihadapi dengan bijak dan terukur.
Salah satu inisiatif strategis yang dibahas dalam pertemuan ini adalah rencana uji coba pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri, khususnya pengolahan sisa makanan yang dapat diolah langsung di pekarangan rumah warga menjadi barang bernilai ekonomis, termasuk menjadi pupuk dan kompos.
Baca juga: Uji emisi pengolahan sampah di Mataram gunakan insinerator
Langkah tersebut diyakini mampu menekan volume sampah rumah tangga secara signifikan sebelum sampai ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), sekaligus menjadi upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Melalui kerja sama itu target kami sampah di Mataram bisa tertangani dengan cepat, tepat, dan ramah lingkungan," katanya.
Dalam kegiatan itu, kata dia, juga dibahas isu-isu strategis lainnya seperti pengelolaan sumber daya alam berbasis potensi lokal, pengendalian pencemaran air, udara, dan tanah, serta pentingnya pendekatan teknis yang holistik dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan konservasi lingkungan.
Baca juga: Wow!! Volume sampah di Mataram selama Fornas naik hingga lima ton per hari
Baca juga: DLH: Sampah banjir Mataram bebas pembayaran KJP di TPA
Baca juga: Puluhan relawan PMI NTB bersihkan sampah pascabanjir di Mataram