SUMBAWA POTENSIAL UNTUK BUDIDAYA TAMBAK UDANG

id



Mataram, 13/11 (ANTARA) - Kawasan pantai di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sangat potensial untuk budidaya tambak udang, karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat kini terus berupaya mengembangkannya dengan memanfaatkan lahan yang masih cukup tersedia.

"Potensi kita besar. Karena itu, kita terus berupaya mengembangkan potensi tersebut untuk meningkatkan perekonomian daerah," kata Humas Pemkab Sumbawa, Amri, Jumat.

Menurut dia, potensi lahan untuk budidaya tambak udang di Kabupaten Sumbawa terbentang mulai ujung barat di Kecamatan Lunyuk hingga ujung timur di Kecamatan Tarano yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Dompu.

Pengembangan budidaya tambak yang kini sedang dilakukan di antaranya di kawasan Empang. Ratusan hektar lahan kini sedang dikeruk menggunakan alat berat untuk dipersiapkan menjadi tambak udang.

Potensi lahan untuk pengembangan tambak udang di Kabupaten Sumbawa saat ini sekitar 10.375 hektar, sedangkan yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 915 hektar. Potensi produksi udang di Kabupaten Sumbawa diperkirakan mencapai 12.670 ton.

Ia menilai, lahan yang cocok untuk pengembangan tambak udang tersebut diantaranya di Kecamatan Lunyuk, Alas, Buer Alas Barat, Utan, Rhee, Moyo Hilir, Lape, Maronge, Plampang, Empang dan Tarano.

Dengan terus dilakukan pengembangan budidaya tambak udang tersebut diharapkan akan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus meningkat.

Budidaya tambak udang di Kabupaten Sumbawa tersebut selama ini mampu memberikan kontribusi terhadap (PAD) cukup besar mencapai miliaran rupiah.

Amri mengemukakan, usaha budidaya tambak udang di Sumbawa yang selama ini masih banyak yang dikelola secara tradisional kini mulai berkembang dengan cara modern.

"Ke depan kami berharap Sumbawa menjadi penghasil udang terbesar di NTB," katanya seraya menambahkan bahwa produksi udang Sumbawa selama ini diekspor ke Eropa, Amerika, Jepang dan Kanada dengan harga kompetitif.(*)




Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.