Cerita Mahfud MD sempat dibisiki Mbah Moen

id Mahfud MD

Cerita Mahfud MD sempat dibisiki Mbah Moen

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bertemu Tokoh Ulama Kharismatik KH Maimoen Zubair di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Minggu malam, guna membahas persoalan bangsa. ANTARA/Luqman Hakim/pri (Luqman Hakim)

Mataram (ANTARA) -  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengenang pertemuan terakhirnya dengan tokoh ulama kharismatik Maimoen Zubair beberapa waktu lalu.

Menurut Mahfud melalui akun Twitter @mohmahfudmd, Selasa dalam pertemuan terakhirnya dengan Mbah Moen, dirinya sempat dibisiki sesuatu hal penting oleh tokoh PPP itu.

"Beberapa waktu terakhir ini saya bertemu Mbah Moen tiga kali. Terakhir bertemu di Yogya pada acara pernikahan puteri Dubes RI di Saudi Agus Maftuh. Pertemuan terakhir itu sangat berkesan bagi saya karena beliau menahan saya, mencengkeram lengan saya sampai lama untuk berbicara setengah berbisik," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan bahwa Mbah Moen berbicara kepadanya ingin menyampaikan sesuatu hal penting.

"Saya ingin menyampaikan hal penting, mau ya?" kata Mahfud menirukan pernyataan Mbah Moen kepada dirinya dalam acara itu. Mahfud kemudian menjawab "Ya, Mbah".

Kemudian, kata Mahfud, Mbah Moen berbicara serius setengah berbisik sampai agak lama.

"Tangan saya dipegang kuat seperti dicengkeram. Saya jadi rikuh karena waktu itu banyak yang antre mau sungkem ke beliau," jelasnya.

Menurut Mahfud, belum mengungkap apa pesan yang disampaikan Mbah Moen kepadanya kala itu. Namun dia mengatakan saat Mbah Moen bicara lama, berbisik, dan serius kepada dirinya itu, Mbah Moen didampingi Nyai Maimoen dan keluarga, serta ada juga Supri yang sering mendampingi Mbah Moen dan ada aktivis PPP Arwani Thomafi.

"Itu kenangan terakhir saya dengan beliau. Selamat jalan menghadap Sang Khaliq, Mbah Moen," ujar Mahfud.

Baca juga: Cerita Mahfud MD sempat dibisiki Maimun Zubair
Baca juga: PPP meminta kader Salat Gaib untuk KH Maimun Zubair
Baca juga: Tokoh NU KH Maimun Zubair meninggal dunia
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar