Panasonic Indonesia mengincar produksi 35 juta pompa air pada 2021

id Presiden Panasonic Ecology System Japan Takashi Ogasawara

Presiden Panasonic Ecology System Japan Takashi Ogasawara (kedua kiri) dan Presdir PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Tomonobu Otsu serta Komisaris PMI Abdullah Gobel (ke4 kiri) meresmikan produksi pompa air ke-30 juta, di Jakarta, Kamis. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Mataram (ANTARA) - PT Panasonic Manufacturing Indonesia mengincar produksi ke-35 juta unit pompa air pada 2021 atau hanya dua tahun dari tahun ini yang mencapai produksi ke-30 juta unit.

"Saya berharap seluruh bagian bersatu padu, bergerak maju, untuk mencapai produksi ke-35 juta unit pompa air pada dua tahun, yaitu 2021," kata Presiden Panasonic Ecology System, Jepang, Takashi Ogasawara, di Jakarta, Kamis.

Pada perayaan pencapaian produksi pompa air ke-30 juta unit yang dihadiri Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih, ia menjelaskan bisnis pompa air PT Panasonic Manufacturing Indonesia dimulai pada 1988, saat Matsushita Electric Industrial memulai produksi dan penjualan produk tersebut.

Pada 28 tahun kemudian, tepatnya 2016, lanjut dia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia mencapai produksi pompa air ke-25 juta unit dan dalam 3 tahun mencapai 30 juta unit pada 2019.

Ogasawara melihat permintaan pompa air di Indonesia tumbuh cukup tinggi. Hal itu, menurut dia, tidak lepas dari potensi pasar yang masih besar mengingat penetrasi pompa air di Indonesia baru 39 persen.

"Bisnis pompa air kami tumbuh dua digit setiap tahun," ujarnya. Pompa air Panasonic dan Sanyo (yang telah diakuisisi Panasonic), kata dia, meraih pangsa pasar yang tinggi.

Selain itu, kata Ogasawara, kontribusi ekspor juga cukup besar terutama ke Vietnam. Ia melihat peluang ekspor pun masih cukup besar mengingat masih ada 46 negara dengan dua miliar penduduk di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, serta negara lainnya yang masih kekurangan air bersih.
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar