Masyarakat jangan beri makan kera di pinggir jalan, ini alasannya

id kera

Pengunjung memberi makan kepada monyet ekor panjang di kawasan Cagar Budaya, Karangkamulyan, Ciamis, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ss/foc/15.)

Mataram (ANTARA) - Akademisi Biologi Universitas Andalas (Unand) Padang M Najri Janra, Ms.Si menyarankan masyarakat tidak memberi makanan kepada kera yang berada di pinggir jalan karena akan membuat hewan menjadi habituasi.

"Memberi makan kepada hewan di pinggir jalan secara biologi sebenarnya bermasalah karena akan membuat kera menjadi habituasi atau tidak takut lagi dengan manusia dan menimbulkan ketergantungan," kata dia di Padang, Rabu.

Menurut dia contoh paling parah yang diakibatkan kebiasaan memberi makan kera adalah kasus di Ubud Bali.

Di sana kera yang ada di pura berani memeriksa isi tas pengunjung, mengambil uang hingga kamera karena terlalu dibiasakan, kata dia.

Kemudian perilaku memberi makan kera di pinggir jalan juga berisiko terjadi penularan penyakit.

Manusia dengan kera kan satu ordo primata, jadi kemungkinan penularan penyakit dari kera ke manusia amat mungkin terjadi jika ada kasus pandemik, katanya.

Ia menyampaikan masyarakat tak perlu khawatir karena hewan sudah punya kemampuan mencari makan sendiri secara alami.

Karena kera punya kemampuan belajar tinggi dibandingkan hewan lain begitu tahu ada manusia memberi makan maka mereka akan terbiasa berada di lokasi tertentu, katanya.

Ia menilai jauh sebelum adanya kebiasaan memberi makan di pinggir jalan kera sudah bisa mencari makan sendiri di habitatnya.

Yang perlu dilakukan adalah tidak merusak habitatnya dan salah satu penyebab muncul ke tempat yang biasa disinggahi manusia salah satunya karena habitat yang terganggu, ujarnya.

Terkait adanya kera yang mengganggu manusia di pinggir jalan ia menduga itu adalah pejantan jenis alfa yang biasanya menjadi penguasa di kelompoknya kemudian terusir karena dikalahkan pejantan baru.
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar