Cristiano Ronaldo menangis ingat mendiang ayahnya

id Cristiano Ronaldo,Ronaldo menangis,Piers Morgan,Cristiano Ronaldo menangis ingat ayahnya

Cristiano Ronaldo menangis ingat mendiang ayahnya

Dokumentasi: Pemain Juventus Cristiano Ronaldo terduduk usai melawan Ajax Amsterdam dalam perempat final Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Italia, Selasa (16/4/2019). Ajax menang 2-1 dan melangkah ke semifinal dengan agregat 3-2. ANTARAFOTO/REUTERS/Massimo Pinca/foc.

Jakarta (ANTARA) - Bintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo mendadak menangis saat melakukan wawancara dengan jurnalis Inggris Piers Morgan pada sebuah acara televisi.

Pada acara tersebut, Morgan memperlihatkan sebuah video mendiang ayah Ronaldo, Jose Dinis Aveiro, yang membuat pemain Juventus itu mengenang sosok ayahnya yang sudah lama meninggal pada 2005 silam karena penyakit liver.

Pria berusia 34 tahun itu ternyata belum pernah menonton video tersebut. Air mata pun sulit untuk dibendung. Ia mulai bercucuran air mata.



Pada video yang diambil sebelum Ronaldo berlaga di Piala Eropa 2004, Dinis mengatakan dalam sebuah interview bahwa ia sangat bangga dengan anaknya itu.

"Apakah video itu sangat emosional untukmu?" tanya Morgan.

"Saya belum pernah menonton video itu," kata Ronaldo sambil menangis.
Ronaldo pun mulai bercerita bahwa dia tidak terlalu mengenal ayahnya. Yang ia tahu ayahnya adalah seorang pemabuk berat.

"Saya tidak begitu kenal dengan ayah 100 persen. Dia pemabuk berat. Saya tidak pernah berbicara normal dengannya. Sulit sekali," kata Ronaldo saat mengenang ayahnya.



Namun peraih lima Ballon d'Or itu mengaku bahwa ia sangat sedih karena ayahnya tidak bisa melihat perjalanan dan prestasinya hingga bisa seperti sekarang ini.

"Hal apa yang menyedihkan bagimu?" tanya Morgan.

"Untuk menjadi (pesebak bola) nomor satu dan dia benar-benar tidak pernah melihat (prestasi) saya. Dia juga tidak pernah melihat saya menerima berbagai penghargaan dan gelar," ucap pemain yang sudah meraih lima kali juara Liga Champions itu.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar