BP2MI meminta pekerja migran jadi duta wisata NTB

id NTB,Pekerja Migran Indonesia ,PMI,BP2MI minta pekerja migran,minta pekerja migran jadi duta,minta PMI jadi duta wisata N

BP2MI meminta pekerja migran jadi duta wisata NTB

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mangiring Sinaga seusai melepas 30 PMI yang diberangkatkan PT Kijang Lombok Raya untuk bekerja di sektor ladang kelapa sawit, Malaysia di Mataram, Senin (22/8/2022). (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nusa Tenggara Barat, Mangiring Sinaga meminta kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri untuk bisa menjadi duta wisata bagi provinsi itu.

"Kita harapkan PMI bisa menjadi duta wisata. Sampaikan kepada majikan dan teman bahwa Lombok dan NTB keren...," ujarnya saat melepas puluhan PMI asal NTB untuk bekerja di Malaysia di Kota Mataram, Senin.

Ia mengatakan, para pekerja migran mempunyai peranan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia termasuk NTB. BPMI, kata dia, juga memberikan brosur tentang informasi yang menunjukkan tentang lokasi wisata di NTB kepada para PMI. "Tidak hanya kita yang datang ke negara mereka. Tetapi mereka juga datang ke negara kita dan NTB," ucap Sinaga.

Oleh karena itu, dirinya berharap para PMI bisa membantu mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing. Karena, bagaimanapun menurutnya PMI tidak hanya pekerja melainkan juga duta bangsa.

Baca juga: BP2MI mempertemukan agen penempatan pekerja migran
Baca juga: BP2MI sebut Korsel masih terima pekerja migran Indonesia


"Sampaikan kita punya lokasi destinasi wisata yang indah-indah bisa dikunjungi. Kabari kita miliki Gili Trawangan, Meno dan Air. Kabari juga kita memiliki Mandalika. Kabari Sumbawa juga cantik. Jadikan bahwa PMI juga duta promosi Indonesia dan NTB," ujar Sinaga menerangkan.

Selain menjadi duta wisata bagi negara dan daerah, dirinya juga mengapresiasi warga yang bekerja di luar negeri menggunakan jalur resmi atau prosedural. "Pemberangkatan PMI melalui jalur prosedural menjadi keharusan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Jangan menggunakan jalur gelap atau ilegal karena banyak risiko yang akan dihadapi," katanya.

Lebih lanjut, Sinaga mengatakan, BP2MI akan mengambil langkah tegas bagi PMI dan penyalur yang bekerja di luar negeri melalui jalur ilegal atau non prosedural.