PEMKAB LOMBOK BARAT PERLUAS AREAL PENGEMBANGAN MANGGIS

id

Lombok Barat, 8/3 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat terus memperluas areal pengembangan tanaman manggis karena merupakan salah satu komoditas unggulan.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Barat Khairul Bahtiar, di Gerung, Kamis, mengatakan, pihaknya akan mengembangkan tanaman manggis di lahan seluas 120 hektare pada tahun 2012.

"Lahan pengembangan manggis yang akan dibuka tahun ini tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lingsar seluas 70 hektare (ha) dan di Kecamatan Narmada 50 ha," katanya.

Potensi lahan pengembangan manggis di Kabupaten Lombok Barat mencapai 250 ha, namun baru 100 ha yang sudah ditanami dengan jumlah pohon sekitar 11.599 batang.

Tanaman hortikultura itu tersebar di Kecamatan Lingsar, Kecamatan Narmada dan Kecamatan Gunungsari.

Jumlah pohon manggis yang sudah berproduksi sekitar 7.929 dengan rata-rata produksi mencapai 579 kuintal per tahun.

Tanaman manggis ditanam oleh masyarakat Lombok Barat di pekarangan, kebun penduduk, obyek wisata dan di tempat ibadah seperti masjid dan pura (tempat ibadah bagi umat Hindu).

Menurut Bahtiar, buah manggis produksi petani di Kabupaten Lombok Barat sudah dipasarkan hingga ke luar negeri, seperti Hong Kong, Singapura, Arab Saudi dan Perancis. Ekspor manggis tersebut dilakukan oleh para eksportir dari luar daerah.

Manggis Lombok Barat juga dipasarkan ke sejumlah kabupaten/kota di NTB, seperti Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa.

Harga buah manggis di tingkat petani pada saat musim panen raya mencapai Rp7.000 hingga 8.000 per kilogram, namun di luar musim, harganya bisa naik cukup tinggi.

"Kalau awal musim, buah manggis yang dipanen masih terbatas, sehingga harganya masih mahal. Tetapi kalau petani sudah panen serentak, harga merosot tajam," ujarnya.

Ia mengatakan, manggis produksi petani Kabupaten Lombok Barat sudah memperoleh hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Hak paten yang diberikan dalam bentuk label Manggis Lingsar, karena sentra produksi manggis terbesar di Kabupaten Lombok Barat berada di Kecamatan Lingsar.

"Dengan adanya label itu petani akan mudah memasarkan komoditas tersebut ke pedagang besar dan pasar modern dengan harga yang lebih tinggi," ujarnya. (*)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.