Progres taman "Harum" di Mataram capai 94 persen

id Taman Harum,Mataram,Lombok

Progres taman "Harum" di Mataram capai 94 persen

Aktivitas pengerjaan Taman Harum di Lingkungan Kamasan, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kamis (15/09/2022). (Elsa)

secara global sudah 80 persen

Mataram (ANTARA) - Progres pembangunan taman "Harum" (harmonis, aman, unggul, dan mandiri) di Lingkungan Kamasan, Kelurahan Monjok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sudah mencapai 94 persen.

"Di kawasan ini (Kamasan) sudah 94 persen, secara global sudah 80 persen," kata Kepala Pelaksana Pembangunan Taman Harum Kota Mataram, Nata, di Mataram, Kamis

Dibangunnya Taman Harum ini bertujuan menjadi salah satu upaya pengurangan kawasan kumuh di Kota Mataram. Terdapat tiga titik pembangunan Taman Harum di Kota Mataram, satu di Kecamatan Selaparang dan dua di Kecamatan Sandubaya.

Taman Harum di Kamasan merupakan yang terlengkap fasilitasnya diantara tiga titik pembangunan kawasan Taman Harum di Kota Mataram.

Di antaranya yaitu aula serba guna, mandi cuci kakus (MCK) untuk umum dan penyandang disabilitas, dapur, taman, dan lapangan sepak bola yang juga sebagai titik kumpul warga jika terjadi bencana.

Selama proses pembangunan tersebut, kata dia, kendala yang sering dialami pekerja yaitu pengangkutan bahan bangunan ke lokasi pembangunan dan faktor iklim.

Pasalnya, cuaca yang tidak menentu ditambah daerah pembangunan berada di jalan sempit dan padat penduduk sehingga mobilitas angkut barang jadi terhambat.

"Susah kami untuk mengangkut bahan material ini, karena gang sempit dan cuaca juga tidak menentu," katanya

Kepala Lingkungan Kamasan Hermansyah mengatakan sangat senang karena wilayahnya dipilih menjadi salah satu dibangunnya Taman Harum.

Menurut dia, dengan adanya pembangunan seperti ini, wilayahnya akan berkembang dan perekonomian akan berputar.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.