KNPI CANANGKAN PROGRAM WAJIB KULIAH PADA HARKITNAS

id

     Mataram, 9/3 (Antara) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akan mencanangkan program wajib kuliah pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2013.

     "Sebenarnya 'soft louncing' sudah dilakukan, namun pencanangan resminya baru akan dilakukan pada 20 Mei 2013 bertepatan dengan Harkitnas," kata Ketua Umum DPP KNPI Taufan E N Rotorasiko, pada acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI NTB periode 2012-2015, di Mataram, Sabtu.

     Taufan melantik H Zulhan Muchlis sebagai Ketua DPD KNPI NTB, setelah terpilih untuk memimpin DPD KNPI NTB dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII, yang digelar di Mataram, 24 Desember 2012.

     Dalam kepengurusan DPD KNPI NTB, jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Hafid Hasyim, dan bendahara dipercayakan kepada Islahudin.

     Ketua DPD KNPI NTB dibantu oleh 15 orang wakil ketua, dan sekretaris dibantu oleh belasan orang sekretaris, serta bendahara dibantu oleh beberapa orang wakil bendahara.

     Kepengurusan DPD KNPI NTB itu tertuang dalam Surat Keputusan DPP KNPI Nomor: 0/18/DPP KNPI/I/2013, yang ditandatangani Ketua Umum Taufan E N Rotorasiko, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bintang Prabowo.

     Acara pelantikan itu dihadiri Asisten Deputi Bidang Kepemimpinan Kepemudaan Kemenpora Jhoni Mardizal, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Muhammad Nur, dan lebih dari 1.000 orang pemuda-pemudi dari berbagai organisasi kepemudaan.

     Taufan mengatakan, program wajib kuliah itu merupakan gebrakan KNPI yang didasarkan pada keprihatinan atas nasib para pemuda Indonesia usia kuliah yang hanya terserap 20 persen, sedangkan 80 persen belum kuliah akibat berbagai faktor (umumnya karena tidak mampu dan harus bekerja dahulu).  

     KNPI mengharapkan dukungan pengelola perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia untuk dapat memfasilitasi program tersebut yang akan mulai dicanangkan Mei 2013, yang diawali dari wilayah Jabodetabek.

     Perguruan tinggi diharapkan kesediaannya membuka program kuliah khusus bagi karyawan/pekerja dengan harapan para pemuda Indonesia punya kesempatan melanjutkan pendidikan tingginya sambil tetap bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

     "Hal itu pun merupakan kesempatan baik bagi perguruan tinggi untuk turut peduli terhadap bangsa dan negara Indonesia tercinta ini," ujarnya.

     Taufan mengatakan, KNPI menginginkan pemuda Indonesia memiliki karakter, rasa cinta tanah air, dan mandiri dan memandirikan.

     Ketiga hal itu merupakan landasan visi pembangunan manusia Indonesia, dan KNPI mengambil peran mendorong pemuda untuk sekolah sampai lulus perguruan tinggi.

     "Saya merasa senang karena banyak pihak yang mendukung program ini, dan kami berharap program ini mulai dapat terealisasi tahun ini," ujarnya. (*)