Pembudidaya ikan arawana di Jambi berhasil panen anakan 'gold'

id Jambi, panen anak arawana gold, di kota jambi

Pembudidaya ikan arawana di Jambi berhasil panen anakan 'gold'

Mahyudin saat panen anak arawana jenis gold di kolam miliknya, Minggu (21/5/23).(ANTARA/Nanang Mairiadi)

Jambi (ANTARA) - Mahyudin (67) seorang pembudidaya ikan arawana (scleropages formasus) di Kota Jambi berhasil melakukan panen anakan arawana jenis gold dari kolam miliknya berukuran 3x6 meter yang terletak di samping rumahnya.

“Pada panen kali ini, saya berhasil mengeluarkan anakan arawana gold dari mulut induknya sebanyak 21 ekor dan kini anakan ikan hias tersebut sudah ditempatkan pada akuarium khusus pembesaran anakan arawana miliknya,” kata Mahyudin, di Jambi Minggu.

Dia menceritakan, beberapa bulan lalu dirinya sempat gagal panen karena induk arawana miliknya yang berjumlah 50 ekor di dalam dua kolam miliknya itu belum berhasil bertelur, sehingga tidak ada anakan yang menetas saat panen.

“Namun pekan lalu, kami mencoba mengecek kolam dan melihat ada salah satu indukan arawana jenis gold memiliki ciri-ciri sudah menyembunyikan anaknya di dalam mulutnya, nama pekan ini dilakukan panen dan hasilnya ada satu induk berhasil menetaskan anak arawana gold berjumlah 21 ekor,” katanya.

Melihat beberapa jenis induk lainnya di kolam itu diperkirakan empat sampai enam bulan ke depan masih ada induk arawana lainnya jenis silver dan red yang akan dipanen anakan nya.

Mahyudin mengatakan, sejak menjalankan usahanya pada beberapa tahun lalu dengan membeli induk baru jenis gold dan red dari Kalimantan, sampai saat ini baru satu kali dirinya berhasil panen arawana gold sedangkan sebelumnya dirinya hanya panen arawana silver khas Jambi.

“Untuk arawana gold baru kali ini saya berhasil mendapatkan anakan nya, karena selama ini dirinya hanya membudidayakan jenis silver khas Jambi dan selama ini telah berhasil dengan dikirim ke luar kota,” katanya.

Kendala Wahyudin sampai saat ini adalah modal usaha yang memang dibutuhkan cukup besar kalau untuk membudidayakan ikan arawana jenis gold dan super red karena satu ekor induk bisa mencapai puluhan juta rupiah dan untuk satu kolam butuh pula puluhan induk untuk bisa berhasil.

Baca juga: KKP-DPR bersinergi tingkatkan produksi budi daya air tawar
Baca juga: Pertamina Hulu Energi berikan alat pakan ikan


Mahyudin adalah pensiunan PNS dari Dinas Perikanan Provinsi Jambi dan sejak tahun 2000 dirinya mengembangkan usaha budidaya ikan arawana jenis silver khas Jambi dan baru beberapa tahun ini mencoba jenis gold dan super red.