Sosok Soekarno Ketua PAC PDIP seumur hidup di NTB

id Soekarno ,Soekarno PDIP,PDIP NTB,Ganjar Pranowo di NTB,PDIP,Soekarno Ketua PAC Seumur Hidup,Lunyuk ,Lombok Timur

Sosok Soekarno Ketua PAC PDIP seumur hidup di NTB

Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo bersama Ketua PAC Lunyuk bernama Soekarno di Kantor DPD PDIP NTB, Kota Mataram, Lombok, Minggu (18/6/2023). ANTARA/Narda Margaretha Sinambela/pri. (ANTARA/Narda Margaretha Sinambela)

Bapak saya dulu satu lokasi di Ende bersama Bung Karno, setelah pulang saya diberikan nama Soekarno

"Bapak saya dulu satu lokasi di Ende bersama Bung Karno, setelah pulang saya diberikan nama Soekarno," Jelas Karno.

Menurut Karno, ayahnya sempat bermain tonil bersama Putra Sang Fajar. Karno juga menyatakan sempat menjadi sosok yang membaca naskah sandiwara itu di Ende.

"Bapak saya Muhamad Tayib, pemain tonil," kata Soekarno.

Soekarno menerangkan sang ayah sangat mengagumi Bung Karno dan hal itu menurun kepadanya.

"Saya bukan hanya orang PDIP, tetapi saya juga penganut ajaran Bung Karno, pak. Nasionalnya Soekarno tidak bisa dipisahkan dari saya," kata dia.

"Biar bagaimana, saya pasang dada, walaupun saya ditembak, saya tetap junjung Pak Soekarno sebagai pemimpin bangsa," Karno.

Ganjar lalu menanyakan bagaimana jabatan Karno di PDIP NTB. Karno menyampaikan dirinya dilantik oleh Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat sebagai Ketua PAC seumur hidup.

Pernyataan itu pun disambut tawa oleh Ganjar dan seluruh hadirin.

"Saya dulu dari PNI. Waktu kami pindah dari PNI ke PDI, kami buat bendera moncong putih bersama-sama beliau (Rachmat Hidayat)," kata Pak Karno.

Ganjar pun merasa bangga dan merasa cerita Pak Karno sungguh menginspirasi. Ganjar lalu menjanjikan kepada Pak Karno hadiah.

"Luar biasa. Saya akan kirimkan ke beliau bendera yang besar, yang sedang, saya akan kirimkan kaus dan saya akan kirimkan sepeda motor untuk beliau," kata Ganjar.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.