Disdag Mataram berkoordinasi dengan Bulog menjaga stok beras

id Bulog diminta jaga stok beras di pasar Mataram

Disdag Mataram berkoordinasi dengan Bulog menjaga stok beras

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida (jilbab kuning) saat melakukan pemantauan beras di Pasar Kebon Roek Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-Kepala Pasar)

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkoordinasi dengan Bulog menjaga ketersediaan stok beras medium di pasar tradisional agar tidak terjadi lonjakan harga dan memicu kepanikan masyarakat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog agar tetap menjaga ketersediaan beras medium pada puluhan mitra Bulog di sejumlah pasar tradisional," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Senin.

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya peraturan terbaru Badan Pangan Nasional Nomor 7/2023, yang menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium kini menjadi Rp10.900 per kilogram dari Rp9.450 per kilogram berlaku per 1 September 2023.

Sedangkan HET beras premium sesuai aturan terbaru Badan Pangan Nasional tersebut ditetapkan Rp13.900 dari Rp12.450 per kilogram.

"Beras premium merupakan beras pilihan. Jadi warga yang merasa lebih silakan beli premium," katanya.

Dikatakan, beras jenis medium dari Bulog saat ini menjadi beras paling murah yakni Rp10.900 per kilogram yang dikemas per 5 kilogram, sehingga menjadi incaran masyarakat.

Karena itu, agar pembelian bisa tepat sasaran, mitra Bulog diminta selektif menjual beras ke konsumen dan membatasi maksimal pembelian sebanyak 2 kantong atau 10 kilogram.

"Jangan sampai konsumen yang membeli merupakan pengusaha atau distributor untuk dijual kembali," katanya.

Terkait dengan itulah, Disdag berharap Bulog bisa tetap menjaga stok beras di mitra Bulog yang ada di sejumlah pasar tradisional seperti di Pasar Kebon Roek, Pagesangan, Mandalika, dan pasar lainnya.

"Yang kami inginkan, beras Bulog ini tetap tersedia di mitra. Jangan sampai ketika harga beras naik, beras Bulog juga hilang sementara konsumen terus mencari," katanya.

Sri mengatakan, selama ini Bulog mendistribusikan beras ke mitra dua kali seminggu, dengan kuota satu mitra 1 ton sampai 1,5 ton.

Sri tidak permasalahan jika ada kebijakan pengurangan kuota di bawah 1 ton, asalkan stok beras di mitra tetap ada, asalkan beras Bulog ini tidak kosong.

"Alhamdulillah, tadi siang Bulog sudah mendistribusikan 30 ton ke 20 mitra di Pasar Kebon Roek," katanya.