Alumnus SMAN 1 Mataram bantu korban gempa

id Gempa Bumi NTB

Ketua rombongan Alumnus Kelas IPS Angkatan 1980 SMAN 1 Mataram, NTB, Hj. Putu Selly Andayani (kanan), menyerahkan secara simbolis bantuan untuk korban gempa kepada tokoh agama Hindu di Dusun Kebaloan Bawah, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. (Foto Antaranews NTB/ist)

Bantuan tersebut merupakan hasil kumpulan dari seluruh alumni IPS Angkatan 1980 untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah
Lombok Utara (Antaranews NTB) - Para alumnus Kelas IPS Angkatan 1980 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan dasar lainnya kepada korban gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Rombongan Alumnus IPS Angkatan 1980 SMAN 1 Mataram Putu Selly Andayani kepada warga terdampak gempadi Dusun Kebaloan Bawah dan Kebaloan Atas, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (4/8).

"Bantuan tersebut merupakan hasil kumpulan dari seluruh alumni IPS Angkatan 1980 untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," kata Selly yang juga Kepala Dinas Perdagangan NTB itu.

Isteri dari Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan NTB Rahmat Hidayat itu menyebutkan para alumnus yang memberikan bantuan tidak hanya yang tinggal di NTB, akan tetapi juga yang tinggal di provinsi lain, seperti Kalimantan Timur, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Kami membuka rekening yang dipegang oleh bendahara. Biasanya itu digunakan untuk menampung sumbangan dari para alumni yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial, seperti korban gempa bumi saat ini," ucap dia.

Jenis bantuan yang disalurkan, berupa beras, telur, minyak goreng, biskuit untuk orang dewasa, biskuit untuk bayi, air mineral, sabun mandi, sampo, pembalut untuk anak, orang tua dan perempuan, serta baju baru untuk anak-anak, perempuan, dan laki-laki.

Selain itu, obat-obatan, seperti penangkal gigitan nyamuk dan minyak kayu putih untuk mencegah gigitan nyamuk, karena hampir semua warga terdampak gempa bumi tidur di tenda yang dibangun di halaman rumah. Hal itu dilakukan karena mereka masih khawatir dampak gempa susulan.

"Bantuan yang kami berikan bisa untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari menempati tenda pengungsian yang dilengkapi dapur umum untuk memasak," kata dia.

Pada kesempatan itu, Selly yang menyempatkan diri mengenakan pakaian kepada seorang nenek berusia 80 tahun yang diungsikan di "berugak" (gazebo) terbuat dari bambu beratap ilalang.

Sebagian bantuan yang disalurkan, kata dia, dibeli di pasar murah kebutuhan pokok yang digelar di halaman Dinas Perdagangan NTB pada Jumat (2/8). Pasar murah tersebut untuk mendekatkan masyarakat dengan distributor.

"Itulah gunanya pasar murah. Jadi bisa dimanfaatkan membeli bantuan bahan makanan dan kebutuhan lainnya untuk korban gempa bumi," ucap Selly.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, NTB, pada 29 Juli 2018.

Bencana alam tersebut menyebabkan 20 orang meninggal dunia dan merusak ribuan rumah warga, sarana kesehatan dan sekolah, serta infrastruktur air bersih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur dan Bayan di Kabupaten Lombok Utara.

Khusus di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sekitar 7.000 jiwa terdampak gempa bumi. Seluruhnya tersebar di 15 dusun, namun yang paling parah Dusun Telaga Lenggundi dan Kebaloan Atas. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar