DPRD NTB ingatkan Gubernur Iqbal tunaikan janji politik

id NTB,DPRD NTB,Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal,Janji Politik

DPRD NTB ingatkan Gubernur Iqbal tunaikan janji politik

Arsip - Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jalan Udayana Kota Mataram. (ANTARA/Nur Imansyah)

Mataram (ANTARA) - Anggota Komisi III Bidang Keuangan dan Perbankan DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Aminurlah mengingatkan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk tidak lupa memenuhi janji politiknya dengan melakukan program hilirisasi produk unggulan melepas ketergantungan pada sektor tambang dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami melihat sejauh ini hilirisasi produk hasil bumi berupa hasil laut, pertanian dan peternakan yang merupakan potensi daerah, sama sekali belum terlihat adanya pergerakan apapun," kata Haji Maman sapaan karib Muhammad Aminurlah di Mataram, Kamis.

Hal ini disampaikan Haji Maman menyikapi pertumbuhan ekonomi NTB dari kuartal ke kuartal pada triwulan II 2025 yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,56 persen, namun lebih banyak didorong oleh aktivitas industri pengolahan mineral dan ekspor dari pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Baca juga: Gubernur NTB Iqbal dorong pelibatan UMKM di ajang wisata olahraga

Ia mengaku prihatin atas tidak bergerak-nya sektor yang banyak menyerap tenaga kerja tersebut. Sebab secara potensi sektor perikanan, pertanian dan peternakan, NTB sangat besar jika benar-benar serius dikembangkan.

"NTB ini, utamanya di Pulau Sumbawa dikenal sebagai penghasil jagung terbesar di Indonesia tapi industri jagung tidak ada. Akibatnya, jagung dari petani Sumbawa dikirim mentah-mentah ke daerah lainnya akibatnya yang punya nilai tambah atau hilirisasi adalah wilayah di luar NTB," terang Maman.

Anggota DPRD NTB Dapil VI Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu ini mengaku dari kajian komisi-nya, sejauh ini pada semester 1, justru posisi APBD NTB hanya terfokus pada belanja rutin. Sementara, belanja pengadaan barang dan jasa sama sekali tidak terlihat. Padahal sektor tersebut akan bisa menyerap banyak lapangan kerja.

"Jika proyek pemerintah berjalan maka, lapangan kerja akan banyak terserap. Ini masih omon-omon saja, karena pengangguran kita masih banyak kok. Bagaimana ekonomi mau bergerak jika proyek Pemprov NTB enggak berjalan hingga kini," tegas Aji Maman.

Baca juga: Gubernur NTB tekankan TPAKD atensi masalah praktik rentenir

Ia menegaskan agar program makmur mendunia dapat dirasakan oleh masyarakat maka sebaiknya Pemprov NTB harus fokus pada program hilirisasi produk unggulan daerah yang bisa menyerap banyak lapangan pekerjaan.

Aji Maman mencontohkan, selain jagung, potensi NTB di bidang peternakan, budidaya laut dan tambak telah diakui oleh banyak daerah lainnya di Indonesia. Bahkan, pemerintah DKI Jakarta hingga Pemprov Kaltim dan Kalbar, rutin meminta kiriman hewan ternak sapi asal NTB. Namun, industrialisasi di sektor peternakan belum ada hingga kini di wilayah Pulau Sumbawa.

Ia berharap selama lima tahun pemerintahannya Gubernur NTB harus lebih banyak menggaet investor pada bidang yang banyak menyerap banyak tenaga kerja. Hal itu lantaran potensi NTB relatif sangat lengkap dan mudah untuk bisa dijual pada para investor.

"Dengan jaringan Pak Gubernur yang lama sebagai duta besar, tentu sekadar investor jagung, tambak, potensi kelautan, dan peternakan saya kira mampu beliau lakukan. Ini karena jika enggak mampu, maka akan terjadi bom waktu bagi pemerintahannya ke depan," katanya.

Baca juga: Gubernur NTB: Fornas VIII 2025 panggung belajar untuk naik kelas

Sebelumnya BPS mencatat laju pertumbuhan ekonomi NTB dari kuartal ke kuartal pada triwulan II 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 6,56 persen yang didorong aktivitas industri pengolahan mineral dan ekspor.

"Pertumbuhan itu menunjukkan kapasitas produksi daerah mulai pulih dan tumbuh, khususnya setelah beroperasinya fasilitas smelter di Sumbawa Barat," kata Kepala BPS NTB Wahyudin.

Sektor industri pengolahan tumbuh pesat sebesar 37,69 persen dan menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi triwulan.

Baca juga: Slank bakal ramaikan penutupan Fornas VIII 2025 di Mataram
Baca juga: NTB moratorium hibah aset daerah untuk maksimalkan potensi pendapatan
Baca juga: Sebanyak 215 PMI asal NTB diberangkatkan ke Malaysia tanpa biaya

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.