Mataram (ANTARA) - Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan penyesuaian jadwal pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan program lima hari sekolah di Kota Mataram yang sudah mulai dilaksanakan selama sepekan.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Mataram Hermawan Riadi di Mataram, Jumat mengatakan, penyesuaian dilakukan dengan menggabungkan jatah makan hari Sabtu ke hari Jumat.
"Pada hari Jumat, siswa akan mendapatkan dua jatah MBG. Satu untuk hari Jumat dan satu untuk hari Sabtu," katanya.
Pembahasan terkait penyesuaian pendistribusian MBG tersebut, katanya, sudah disepakati dengan Pemerintah Kota Mataram bersama Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan setempat melalui rapat koordinasi yang sudah dilaksanakan pada Kamis (15/1-2026).
Untuk menyiasati kuota hari Sabtu agar tidak cepat rusak, lanjutnya, siswa akan diberikan jatah makanan kering seperti roti, buah, dan susu. Tidak dalam bentuk makanan siap makan atau nasi beserta lauk pauk seperti biasa.
Baca juga: Hotline 127 dibuka, SPPG Mataram perkuat pengawasan MBG
Namun, salah satu poin penting yang ditekan SPPG dalam pemberian MBG kering untuk jatah hari Sabtu, adalah harus menggunakan produk dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.
Hermawan menegaskan larangan keras bagi SPPG untuk memberikan produk dari perusahaan besar atau pabrikan seperti snack kemasan tertentu dan lainnya.
"SPPG dilarang keras menggunakan produk PT besar. Tapi harus roti atau makanan dari hasil olahan produk UMKM lokal di sekitar lokasi sekolah," katanya.
Apabila di suatu wilayah tidak tersedia UMKM yang memadai, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM setempat untuk mengarahkan penyedia yang tepat.
Sementara terkait standar gizi makanan kering meskipun menggunakan produk UMKM, Hermawan memastikan keamanan pangan tetap terjaga karena sebelum dilakukan kerja sama dengan penyedia akan dilakukan validasi data bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait.
Baca juga: Pemberian MBG bagi guru dan tenaga pendidik di Mataram sesuai instruksi pusat
Misalnya, memiliki sertifikat halal, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta bebas dari berbagai bahan pengawet, dan standar-standar pangan lainnya.
"Jadi kami tidak asal tunjuk pihak ketiga penyedia makanan kering MBG," katanya.
Sedangkan terkait dengan waktu distribusi, lanjut Hermawan, dengan adanya program lima hari sekolah juga dilakukan perubahan jadwal distribusi MBG ke masing-masing sekolah.
Dengan pertimbangan siswa pulang satu jam lebih lambat dari enam hari sekolah, maka MBG juga di distribusi ke sekolah lebih lambat dari jadwal biasa.
Untuk siswa tingkat TK sampai kelas 3 SD distribusi MBG dimulai pukul 08.00–09.00 WITA, sedangkan kelas tinggi yakni kelas 4 SD sampai SMA pada pukul 11.00–11.30 WITA.
"InsyaAllah, terkait dengan penyesuaian lima hari sekolah dengan program MBG bisa berjalan baik," katanya.
Baca juga: DLH Pemkot Mataram kerja sama dengan SPPG MBG pilah sampah
Baca juga: Sebanyak 10.000 ibu hamil dan balita di Mataram dapat MBG
Baca juga: Libur sekolah, Siswa Mataram tetap dapat jatah MBG