NTB mengkampanyekan pemberian ASI eksklusif tekan stunting

id NTB,Kampanye Pemberian ASI,Stunting NTB,Dinas Kesehatan NTB

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB), dr. Nurhandini Eka Dewi. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mengkampanyekan pemberian ASI eksklusif dari usia 0-6 bulan untuk menekan angka stunting.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengatakan kampanye pemberian ASI eklusif dari 0-6 bulan tersebut sejalan dalam mewujudkan misi NTB sehat dan cerdas, salah satunya menurunkan angka stunting atau kasus-kasus gizi buruk dan anak kurang gizi pada anak di daerah itu.

"ASI sebagai asupan pertama anak haruslah terjaga kualitasnya," ujar Nurhandini Eka Dewi di Mataram, Senin.

Eka menegaskan pada usia 0-6 bulan anak memerlukan gizi yang baik untuk proses tumbuh kembangnya.

"Anak harus memiliki status gizi yang baik sejak baru lahir, maka Asi merupakan Gizi terbaik untuk anak," tegasnya.

Tidak hanya itu, Eka juga menekankan adanya dukungan dari anggota keluarga lainnya untuk ibu yang sedang melakukan pemberian ASI secara eksklusif dalam hal ini adalah ayah.

"Memang sudah tanggung jawab ibu memberikan ASI, namun peran ayah dan keluarga sangat diperlukan untuk mendukung secara psikologis," ucap Eka.

Dokter Spesialis Anak, Dewi Samawati menyatakan dukungan tidak cukup diwujudkan oleh pemerintah saja, akan tetapi secara psikologis dukungan keluarga sangat berpengaruh terutama pada kualitas ASI yang diproduksi seorang ibu, selain mengkonsumsi sayuran serta buah buahan.

"Tidak cukup bagi seorang ibu hanya mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna untuk menyusui, namun dukungan psikis dari keluarga akan membuat produksi ASI yang sehat dan berkualitas," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar