Mkhitaryan ungkap filosofi sepak bola Italia

id Henrikh Mkhitaryan

Mkhitaryan ungkap filosofi sepak bola Italia

Soccer Football - Emirates Cup - Arsenal v Olympique Lyonnais - Emirates Stadium, London, Britain - July 28, 2019 Arsenal's Henrikh Mkhitaryan Action Images via Reuters/Matthew Childs (Action Images via Reuters/MATTHEW CHILDS)

Mataram (ANTARA) - Kapten timnas Armenia Henrikh Mkhitaryan - yang segera memperkuat AS Roma - mengungkap bahwa filosofi sepak bola Italia kini telah berubah.

Mkhitaryan yang resmi angkat kaki dari Arsenal kemudian merapat ke Liga Italia, menyatakan, "Mereka (sepak bola) Italia kini lebih mengandalkan penguasaan bola."

Mkhitaryan resmi bergabung bersama dengan I Giallorossi, julukan bagi AS Roma, sejak Senin pekan ini.

Dia akan memperkuat AS Roma hingga akhir musim kompetisi dengan status pinjaman. Manajemen klub Liga Italia itu mengucurkan dana sebanyak tiga juta euro atau sekitar Rp47,5 miliar untuk memboyong Mkhitaryan.

Timnas Armenia siap melawan Italia dalam laga babak kualifikasi J Euro atau Piala Eropa 2020 yang akan diadakan di Stadion Vazgen, Sargsyan Rep, pada Kamis malam WIB.

"Segala sesuatu terjadi pada hari terakhir dan tepat setelah pertandingan melawan Tottenham. Saya mendapat telepon dari agen saya," kata Mkhitaryan dalam konferensi pers jelang laga Armenia melawan Italia dalam kualifikasi Euro 2020.

“Dia memberi tahu bahwa saya harus terbang ke Roma pada hari berikutnya untuk menjalani pemeriksaan medis dan menandatangani kontrak. Ini adalah kesempatan besar bagi saya, karena saya tidak mendapatkan banyak waktu bermain di Arsenal," katanya sebagaimana dikutip dari laman football italia.


Armenia saat ini berada di urutan ketiga dalam grup, setelah mengalahkan Yunani 3-2 di Athena, sementara Timnas Italia meraih kemenangan dalam empat pertandingan.

“Ada banyak perubahan di Italia, dengan skuad baru, pelatih, dan filosofi sepakbola yang baru. Italia sekarang ini lebih mengandalkan penguasaan bola. Untuk itu, kami berusaha melawan dan mengimbangi mereka."

“Mereka tampil sebagai tim terkuat di grup karena mampu menang dalam empat pertandingan. Tidak ada lawan yang mudah di grup, karena Liechtenstein pun bisa mengambil poin.”
 
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar