BNNP NTB menelusuri pemilik ganja 15 kilogram

id bnnp ntb,kasus narkoba,pengiriman ganja,ganja antarprovinsi

BNNP NTB menelusuri pemilik ganja 15 kilogram

Dua di antara tiga tersangka beserta barang bukti kasus pengiriman ganja dari Jakarta melalui jalur darat, setelah diamankan di Kantor BNNP NTB, Senin (2/12/2019). (ANTARA/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat, menelusuri peran pemilik ganja 15 kilogram yang diamankan aparat gabungan pada Minggu (1/12) malam di Terminal Mandalika, Mataram.

"Jadi dari hasil penyelidikan, barang rencananya akan disetorkan ke pembeli. Peran pembelinya ini yang masih kita dalami lagi," kata Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra di Mataram, Senin.

Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan adanya keterkaitan kasus ini dengan seseorang yang bukan lain adalah kakak kandung dari salah seorang pelaku berinisial Z.

Dari keterangan yang didapatkan, kakak kandung dari pelaku berinisial Z ini adalah seorang narapidana kasus narkoba yang belum lama ini menjalani hukuman pidananya di Lapas Mataram.

Menjadi terpidana dengan kasus yang sama, kakak kandungnya yang berinisial HF alias Borang diduga sebagai pengendali pengiriman ganja dari Jakarta tersebut.

"Tapi ini semua masih memerlukan pendalaman lebih lanjut, yang jelas keterangan mereka (tiga pelaku) akan menjadi bahan pendalaman," ujarnya.

Penelusuran ini dilakukan petugas berdasarkan pengungkapan kasus pengiriman ganja dari Jakarta melalui jalur darat, pada Minggu (1/12) malam, sekitar pukul 19.30 Wita, di Terminal Mandalika, Mataram.

Dari kasus tersebut, diamankan barang bukti ganja seberat 15 kilogram beserta tiga orang pelaku dengan identias dua di antaranya berasal dari Lombok dengan inisial Z (33) dan I (46), serta satu orang asal Jakarta berinisial MI (29).

Ketiga pelaku beserta barang bukti kini telah diamankan di Kantor BNNP NTB. Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dengan peran dugaan sebagai kurir.

Karenanya, ketiga pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 111 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2, Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar