Pencarian anak terbawa arus Sungai Jangkuk terus dilakukan

id bocah,hanyut,mataram

Pencarian anak terbawa arus Sungai Jangkuk terus dilakukan

Proses pencarian anak yang hanyut terbawa arus Kali Jangkuk di Lingkungan Karang Mas-Mas, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, atas nama Hasan Wira Yudha usia 6 tahun, masih terus dilakukan. (Foto:ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengatakan, pencarian anak yang hanyut terbawa arus di Sungai Jangkuk Lingkungan Karang Mas-Mas atas nama Asan Wira Yudha usia 6 tahun, masih terus dilakukan.

"Proses pencarian akan kita lakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dari Basarnas," kata Mahfuddin yang baru dilantik menjadi Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram pada Jumat (3/1) di Mataram, Selasa.

Baca juga: Bocah usia 6 tahun hanyut di Sungai Jangkuk Mataram

Menurutnya, Asan dilaporkan hanyut sekitar pukul 14.00 Wita pada Senin (6/1). Informasinya, pada hari itu Asan bersama teman sebayanya sebanyak 5 orang atas nama Ijam, Ali, Junanda, Dani, dan Apan, sampai di lokasi (sungai) tanpa basa basi Asan mendahului mandi dari rekanya langsung melepas pakaianya dan terjun ke sungai.

Beberapa saat kemudian mengangkat kedua tanganya di dalam air sambil terseret arus dan sempat meminta tolong dan pegangan pada batu di tengah sungai. Namun, karena tidak kuat tanganya bertahan di batu tersebut akhirnya terbawa arus.

Melihat rekannya terbawa arus saudara Apan dan Junanda lari membawa baju dan minta tolong ke pada warga seputaran serta memberitahukan orang tuanya bahwa Asan telah terbawa arus sungai.

Sementara, tiga rekanya menunggu di lokasi sambil menunggu warga, selanjutnya warga beserta tim Basarnas, BPBD Kota Mataram turun melakukan pencarian sampai sore hari.

"Pencarian dilanjutkan, malam hingga pukul sekitar 20.00 Wita dengan melibatkan tim arum jeram untuk melakukan penelurusan dan analisa titik-titik yang bisa disasar," katanya.

Proses pencarian, tambahnya dilanjutkan hari ini mulai pukul 07.30 Wita dengan tim yang sama yakni dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri dan masyarakat.

"Untuk BPBD kami turunkan satu regu atau 10 orang, dan kita akan melakukan pencarian bersama secara maksimal sesuai SOP Basarnas," sebutnya.

Lebih jauh, Mahfuddin menyebutkan, kondisi air di Kali Jangkuk dalam dua hari ini memang relatif kecil karena dua hari hujan tidak turun. Meskipun kecil, tetapi arusnya sangat deras.

"Sungai Jangkuk ini merupakan sungai besar di Kota Mataram, dan kondisi airnya beragam sesuai medan yang ada. Ada yang sampai menyentuh kaki ada juga yang tidak, ada yang sempit ada yang lebar," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir ini dan sebisa mungkin menjauhkan diri dari aktivitas di sungai dan pantai.