Menurunnya sistem imun menyebabkan rentan sakit saat tua

id imun

Menurunnya sistem imun menyebabkan rentan sakit saat tua

Diskusi mengenai riset berbasis layanan untuk terapi sel imun dan sel punca di Jakarta, Selasa. (Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Kepala HayandraLab dr Komang A Wahyuningsih M Biomed (AAM) SpDLP mengatakan sistem imun yang semakin melemah menyebabkan banyak masyarakat yang sakit pada usia tua.

"Makin menua, sistim imun seseorang akan makin lemah. Itulah sebab mengapa populasi penderita kanker lebih besar di usia tua," ujar Komang di Jakarta, Selasa.

Selain rentan mengidap penyakit kanker, pada usia tua juga meningkatkan kerentanan mengidap penyakit infeksi, penyakit yang berhubungan dengan peradangan, dan juga penyakit autoimun.

Kerentanan terhadap infeksi yang dimaksud berkaitan dengan kemampuan melawan infeksi bakteri, virus, parasit, jamur, maupun mikroba lainnya yang semakin menurun seiring dengan penuaan.

Sedangkan inflamasi atau peradangan yang terjadi akibat kerusakan sel di berbagai organ tubuh. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan inflamasi diantaranya penyakit jantung, alzheimer, parkinson, osteoartritis, dan juga autoimun.

Hal tersebut berlaku sebaliknya, penyakit degeneratif yang terjadi pada berbagai organ tubuh lainnya dapat menurunkan kemampuan sistem imun, namun mekanismenya belum diketahui dengan pasti.

Komang menyebutkan sistem imun mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia. Sementara produksi imun di dalam tubuh juga berkurang.

"Kondisi yang tidak diinginkan tersebut terjadi seiring bertambahnya usia. Untuk itu perlu upaya untuk merestorasi sel imun," tambah dia.

Komang menjelaskan untuk merestorasi sel imun, dapat dilakukan melalui terapi sel imun atau ICT, yang banyak digunakan di luar negeri untuk pencegahan kanker serta terapi di bidang antipenuaan.

"Ilmu antipenuaan bukan hanya sekedar bersifat estetik, namun juga termasuk deteksi dini, pencegahan penyakit yang melibatkan sistem imun dan metabolisme, serta bagaimana mempertahankan fungsi tubuh manusia dari gangguan atau penyakit yang berkaitan dengan penuaan," terang dia.

Pendiri Yayasan Hayandra Peduli, Dr dr Karina SpBPRE, mengatakan masyarakat tidak perlu kuatir dengan terapi sel punca.

Hal itu dikarenakan Indonesia merupakan salah satu dari sedikit sekali negara di dunia, yang pemerintahnya sangat mendukung riset berbasis layanan terapi sel yang aman dan benar (termasuk sel punca, sel imun, dan sel lainnya), melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 32 tahun 2018.

Saat ini, sebanyak 12 rumah sakit se-Indonesia serta klinik-klinik utama yang terafiliasi menjadi mitra bagi Kementerian Kesehatan dalam membangun layanan sel terapi yang berkualitas, teruji dan terstandarisasi dengan baik, untuk melindungi masyarakat Indonesia yang memerlukan layanan sel terapi tersebut.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar