Wartawan Antara korban pengeroyokan di Aceh Barat jadi tersangka

id Wartawan,Korban,Aceh Barat

Wartawan Antara korban pengeroyokan di Aceh Barat jadi tersangka

Wartawan Perum LKBN ANTARA Biro Aceh, Teuku Dedi Iskandar. (ANTARA/HO-Dok. Pribadi)

Mataram (ANTARA) - Teuku Dedi Iskandar, wartawan Perum LKBN Antara Biro Aceh korban pengeroyokan sekelompok orang oknum LSM Forum Tiga Wilayah (ForTiL) di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat pada 20 Januari 2020, turut dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Aceh Barat, Kamis (20/2).

Dedi didelik dengan Pasal 351 Jo 352 KUHP tentang penganiayaan atas laporan  seorang pelaku pengeroyok. 

Pemeriksaan pertama dengan status tersangka wartawan Perum LKBN Antara Biro Aceh wilayah Meulaboh tersebut dilaksanakan, Kamis yang dimulai sekira pukul 10.00 hingga 13.00 WIB di ruang Unit 1 Reskrim Umum, Polre Aceh Barat. Kehadiran Dedi berdasarkan surat panggilan No. S.pgl/42/II/2020 Tanggal 7 Februari 2020. 

Baca juga: Dewan Pers telah menyurati Kapolda Aceh terkait penganiayaan wartawan

"Berdasarkan isu surat, mestinya saya diperiksa pada 10 Februari 2020, tetapi saya minta izin untuk ditunda ke tanggal 20 Februari,
 karena saya pada tanggal 9 saya mengikuti HPN 74 tahun 2020 di Banjarmasin 2020," kata Dedi setelah diperiksa penyidik.

Menurut Dedi, pemeriksaan dirinya atas laporan itu sudah berlangsung dua kali. Pertama sebagai saksi terlapor dan kali kedua ini sudah dalam status tersangka. 

"Saya menilai kasus ini memang agak aneh, karena seingat saya, saya tidak mencekek pelaku pengeroyok saya. Yang ada saat itu, saya berupaya melepas diri dari pegangan para pelaku agar tidak terus dipukul. Saat itu saya juga dalam posisi membela diri dari pengeroyokan yang jumlah mereka lebih lima orang," ujar Teuku Dedi Iskandar.

Dalam pemeriksaan, Teuku Dedi Iskandar yang juga Ketua Balai PWI Aceh Barat tersebut, sudah menjelaskan semuanya kepada penyidik yang intinya tidak pernah mencekek pelapor. Bahkan, pelapor yang turut mengeroyoknya bersama rekan-rekan pelapor lainnya. 

Sedangkan dalam kasus pengeroyokan dirinya, tambah Dedi, sejauh ini polisi baru menetapkan dua tersangka yang penahanan keduanya ditangguhkan. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. 

"Semoga saja penyidik dapat menetapkan mereka semua yang ikut mengeroyok saya menjadi tersangka," harapnya. 

Amatan di lapangan, dalam pemeriksaan di ruang penyidik, Dedi turut didampingi beberapa orang rekan seprofesinya.

Sebagian rekan wartawan lainnya menunggu di luar ruangan hingga pemeriksaan selesai.

Usai pemeriksaan, Dedi diperbolehkan pulang setelah menandatangani surat jaminan penangguhan penahanan.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar