Sumbawa Barat, NTB, (ANTARA) - Masjid raya Darussalam yang berada di kompleks "Kemutar Telu Center" Taliwang, Sumbawa Barat, kini menjadi "Islamic Center" yang diharapkan menjadi pusat kajian Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat.
"Untuk mendukung masjid ini sebagai pusat kajian Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melengkapi masing-masing lantai dengan perpustakaan yang mengoleksi berbagai buku agama dan ilmu pengetahuan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Sumbawa Barat Najamuddin Amy di Taliwang, (19/8).
Arsitektur masjid Darussalam mirip masjid-masjid di Kota Mekkah dan Madinah. Bangunan masjid ini juga menyerupai kompleks "Islamic Center" di Kuala Lumpur, Malaysia.
Masjid Darussalam berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 15.500 meter persegi, dibangun empat lantai, dan memiliki satu kubah besar, lima kubah kecil serta dua menara yang menjulang tinggi dikiri dan kanan bangunan masjid.
Ia mengatakan masjid tersebut mampu menampung antara 2.000 hingga 4.000 orang. Kubah besar masjid berdiameter 16,4 meter dan tinggi 19 meter.
"Sedangkan kubah kecil masing-masing berdiameter lima meter dan tinggi 7,5 meter. Tinggi menara masjid 54 meter, sementara setiap lantai memiliki fungsi yang berbeda selain untuk menampung jamaah," katanya.
Menurut dia lus lantai bawah 3.250 meter persegi yang juga difungsikan sebagai tempat parkir dengan kapasitas 100 mobil dan ratusan sepeda motor. Di lantai yang sama juga terdapat tempat wudhu dan toilet yang mampu menampung hingga 132 orang.
Selain itu ada ruang sekretariat pengurus masjid dan kantor badan amil zakat daerah.
Masjid Darussalam ditopang 99 tiang yang bermakna 99 nama Allah atau "Asmahul Usna". Anak tangga berjumlah 112 yang menunjukkan surat Al-Ikhlas dalam Al Quran. Sementara tiga lantai di atasnya memiliki makna tiga prinsip dasar masyarakat Sumbawa Barat, yaitu "assalamualaikum", "warahmatullahi", "wabarakatuh".
Masjid ini juga dikelilingi kolam yang luasnya 5.000 meter persegi. Jika dilihat dari atas, masjid ini berbentuk bintang segi delapan, yang merupakan lambang Al Quran.
Ia mengatakan interior dan eksterior masjid dihiasi kaligrafi bertuliskan ayat-ayat suci Al Quran. Kaligrafi itu dilukis di seluruh langit-langit ruangan dan kubah utama.
Kemegahan dan makna filosofis keislaman yang mendalam di masjid ini pada akhirnya mengilhami Gubernur Nusa Tenggara Barat KH M Zainul Majdi dan wakil gubernur H Badrul Munir untuk membangun "Islamic Center" serupa di Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. (*)