Lombok Peaket operasi, sistem kelistrikan Lombok berangsur pulih

id PLN UIW NTB,Lombok Peaker,Gangguan Listrik

Lombok Peaket operasi, sistem kelistrikan Lombok berangsur pulih

Petugas PLN memantau kondisi kelistrikan sistem Lombok melalui layar komputer. (Foto PLN NTB)

Mataram (ANTARA) - Tiga hari selepas terjadinya gangguan di PLTMGU Lombok Peaker, PLN beserta tim akhirnya berhasil menyinkronkan pembangkit dengan sistem Gas Engine Combine Cycle tersebut pada sistem kelistrikan Lombok.

"Alhamdulillah, sore ini, pukul 15.01 WITA, Blok 1 engine 3 dan 4 PLTMGU Lombok Peaker berhasil sinkron dan masuk ke sistem kelistrikan Lombok", kata Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mataram, Dony Noor Gustiarsyah.

Dony juga mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat atas doa dan dukungan yang telah diberikan selama proses perbaikan berlangsung.

"Atas nama manajemen, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Karena usaha yang kami lakukan tidak akan berhasil tanpa doa dari masyarakat", ujar Dony.

Hasil "general inspection" yang dilakukan oleh tim, penyebab gangguan telah ditemukan dan telah dilaksanakan perbaikan,yaitu pada sistem kontrol dan monitoring engine. Selanjutnya, unit yang lain akan dioperasikan bertahap

"Dikarenakan pengoperasian harus dilaksanakan bertahap per engine, kemungkinan untuk malam ini masih akan terdapat beberapa daerah yang padam. Namun, kami upayakan supaya hal itu tidak terjadi", jelas Dony.

Total terdapat 13 engine pada PLTMGU Lombok Peaker yang masing masing berkapasitas 9,76 MW. Tiga belas engine ini terbagi menjadi 2 blok, yaitu Blok 1 yang terdiri dari 7 engine dan Blok 2 dengan 6 engine. 

PLN dan tim akan terus memantau dan memonitor perkembangan sistem kelistrikan Lombok, hingga kondisi benar benar dipastikan aman. Apabila tidak ada kendala, diharapkan mulai hari Senin, 19 Oktober 2020 sistem kelistrikan Lombok telah normal kembali.

"Sekali lagi kami memohon maaf kepada semua masyarakat. Semoga sistem kelistrikan Lombok selalu aman dan andal", kata Dony.
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar