TARGET STRATEGIS PON XVIII 10 EMAS

id

Mataram, 3/3 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan meraih 10 medali emas dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII yang rencanananya akan digelar di Riau pada 2012.
"Target itu memang bukan berdasarkan hitungan teknis, tapi berdasarkan hitungan strategis," kata Wakil Gubernur NTB, Badrul Munir, pada sarasehan bertajuk"Meraih Prestasi Gemilang Di Ajang Bergengsi Kejurnas dan PON XVIII Riau 2012", di Mataram, Selasa.
Kontingen NTB pada PON XVII di Kalimantan Timur menduduki posisi 25 dengan meraih 3 medali emas, tiga perak dan sembilan perunggu. Cabng olahraga yang menjadi andalan provinsi ini diantaranya atletik, kempo, tarung derajat, voli pantai dan pencak silat.
Badrul mengemukakan, target 10 emas tersebut berdasarkan hitungan strategis seiring dengan upaya serius Pemprov NTB mempercepat proses pembangunan, utamanya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Proses pembangunan yang dilaksanakan Pemprov NTB tidak hanya menekankan pada sisi akselerasi tapi juga mengedepankan kreasi dan inovasi serta nilai tambah (added value) dari proses pembangunan tersebut.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB saat ini masih berada di urutan 32 dari 33 provinsi di Indonesia. Diharapkan percepatan pembangunan dalam dua tahun kedepan posisi itu bergeser ke posisi 22.
Jadi, katanya, upaya serius Pemprov NTB menjalankan proses pembangunan itu diharapkan akan berkorelasi positif terhadap pembangunan segala bidang, termasuk pembangunan di bidang olahraga, sehingga menghadapi PON mendatang kontingen NTB akan mampu menyumbangkan medali yang lebih banyak ketimbang PON sebelumnya.
Pada rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dihadiri para pengurus KONI dan atlet itu Badrul berharap, kemajuan dalam bidang olahraga akan mampu meningkatkan semangat sportivitas pada para atlet, birokrat dan juga masyarakat pada umumnya.
Selain itu, upaya pembangunan di bidang olahraga yang digiatkan pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat akan bisa menelorkan pula prestasi dan prestise.
"Nonsense (omong kosong) bicara olahraga tanpa ada upaya meraih prestasi, karena prestasi merupakan alat ukur berhasil tidaknya pembinaan," ucapnya.
Bahkan, sudah banyak contoh prestasi gemilang dari cabang olahraga, dapat mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara seperti telah ditunjukkan atlet-atlet lari dari Kenya dan negara-negara Afrika lainnya, demikian Barul Munir.(*)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.