RKIH dan TNI-AL wujudkan "Kampung Bahari Nusantara"

id RKIH

RKIH dan TNI-AL wujudkan "Kampung Bahari Nusantara"

TNI-AL pada awal Maret 2021 menggelar dialog kemaritiman dengan tema "Maritim Jaya Indonesia Hebat", bertempat di kapal Dewa Ruci yang sedang berlabuh di Cirebon (Foto: Istimewa)

Mataram (ANTARA) - Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) sebagai Ormas pendukung Presiden Jokowi menjadi mitra strategis TNI-AL dalam  mewujudkan “Kampung Bahari Nusantara” yang didedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.

Siaran pers Ketua Umum RKIH Kris Budihardjo yang diterima hari Rabu (3/3/2021) menyebutkan, RKIH mendukung program TNI AL dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui Program Kampung Bahari Nusantara. 

Program tersebut akan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak secara sinergis dan bergoyong royong. Salah satunya di Cirebon yang juga mendapat dukungan dari Yayasan Pendidikan dan Universitas Gunung Jati Cirebon, Pemkot Cirebon, dan Kasultanan Kanoman Cirebon.

Kris Budihardjo lebih lanjut mengemukakan, RKIH berperan sebagai penghubung berbagai pihak untuk berkolaborasi dengan TNI-AL dalam mewujudkan Program Kampung Bahari Nusantara itu. 

Menurut Ketua Umum RKIH, Saat ini berbagai pihak telah menyatakan bersedia untuk ikut serta dalam mewujudkan Kampung Bahari Nusantara sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia seperti yang diinisiasi oleh TNI-AL.

Dikatakan, Indonesia sebagai negara maritim dengan wilayah laut yang sangat luas harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini seringkali dianggap termarjinalkan.  

Dalam hubungan itu, TNI-AL pada 1 Maret 2021 menggelar dialog kemaritiman dengan tema “Maritim jaya Indonesia hebat”, bertempat di kapal Dewaruci yang sedang berlabuh di Cirebon.  

Narasumber dalam dialog interaktif tersebut adalah Kris Budihardjo (Ketua Umum RKIH) dan Dr Ir Sutrija MSi (Ketua Pengembangan Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Permukiman Nelayan).

Narasumber lain dalam dialog kemaritiman tersebut yaitu KGA Sultan Mohammad Saladin (Kanoman XII Cirebon), Kolonel Laut (P) Oc. Budi Susanto SH, MSi (Sekdispotmaral), Drs Nasrudin Azis SH (Walikota Cirebon), dan Dadang Sukandar Kasidin (Ketua Yayasan Universitas Gunung Jati).

Ketua Umum RKIH juga mengemukakan, kegiatan Kampung Bahari Nusantara di Kota Cirebon dimulai per 1 Maret 2021 dengan melibatkan Universitas Gunung Jati yang akan memberi fasilitas berbagai kebutuhan di bidang pendidikan, penelitian, dan pelatihan.

Sedangkan untuk kepentingan dari sisi ekonomi akan dibuat Dapur Mangrove di Kota Cirebon sebagaimana disampaikan oleh Walikota Cirebon pada 1 Maret 2021 di Universitas Gunung Jati. Walikota Cirebon ketika itu mencanangkan dimulainya realisasi Kampung Bahari Nusantara di Kota Cirebon.  

Ketum RKIH lebih lanjut mengharapkan Kampung Bahari Nusantara di Kota Cirebon dapat segera direalisasikan serta bukan hanya sekedar wacana dan bahan dialog saja.

Sementara itu Dadang Iskandar selaku Ketua Yayasan Gunung Jati menyampaikan, disamping di Kota Cirebon, Kampung Bahari Nusantara juga akan di persiapkan di Kabupaten Cirebon dan Indramayu dalam waktu singkat, sedangkan Universitas Gunung Jati akan melakukan kajian secara akademis.

Menurut Dadang, pada prinsipnya ketiga wilayah tersebut telah siap menjadi pioner pembangunan Kampung Bahari Nusantara seperti yang diinisiasi oleh TNI-AL itu.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar