UE TAWARI MESIR DAN TUNISIA BANTUAN BENTUK PEMERINTAH BARU

id


         PBB, 9/2 (ANTARA/AFP) - Uni Eropa (UE) Selasa minta pembaruan "sungguh-sungguh" di Tunisia dan Mesir serta menawarkan bantuan kepada negara-negara Afrika Utara itu untuk membentuk pemerintah baru.

        Kepala kebijakan luar negeri UE Catherine Ashton mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa masih belum jelas seberapa jauh demonstrasi yang menyapu Timur Tengah yang minta "perubahan besar" dan "kebebasan fundamental" akan berlanjut.

        "Sikap kami jelas: aspirasi demokratis warga mesti dipenuhi melalui dialog, pembaruan politik yang sungguh-sungguh, serta pemilihan bebas dan adil yang dipersiapkan dengan baik," kata Ashton.

        "Itu bukan hanya kata-kata," wakil tinggi UE untuk urusan luar negeri itu mengatakan, menawarkan "bantuan praktis ke proses transisi" dari Eropa.

        Menurut Ashton, ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Tunisia Ahmed Ounaies dan akan mengunjungi Afrika Utara pekan depan.

        "Jadi kami tidak hanya akan membantu negara-negara itu untuk melaksanakan pemilihan yang bebas dan jujur, tapi juga untuk memerangi korupsi, membuat pemerintah lokal lebih transparan, menjamin media independen dan membuat sistem peradilan yang samasekali independen," Ashton merinci. Ia menambahkan bahwa hal itu menjadikan penting sekali bagi kemajuan dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

        "Hal sangat penting yang kami ingin lakukan adalah meyakinkan bahwa rakyat Mesir akan dapat memiliki demokrasi," ujar Ashton kepada wartawan setelah pertemuan itu.

        "Kepada rakyat Mesir untuk menentukan orang yang akan membawa mereka menuju transisi itu, apa yang kami minta adalah bahwa hal itu cepat dan bergerak maju dengan penuh arti," katanya.

        Membentuk lembaga dan masyarakat "yang akan dapat memiliki demokrasi, memiliki hak asasi manusia, menjamin bahwa anda dapat masuk tempat mana pun yang anda inginkan, itu membutuhkan agak sedikit waktu tapi banyak dukungan dan bahwa kami jelas, kami akan menawarkan bantuan untuk menjamin hal itu dapat terjadi", kata Ashton.(*)