Seleksi PPK empat kabupaten diundur akibat kekurangan pelamar

id seleksi ppk ntt,ppk ntt,pemuli 2024,kpu ntt,ntt,seleksi penyelenggara pemilu ntt

Seleksi PPK empat kabupaten diundur akibat kekurangan pelamar

Ketua KPU NTT Thomas Dohu. ANTARA/Aloysius Lewokeda.

Kupang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan seleksi panitia pemilihan kecamatan (PPK) di empat kabupaten  diundur karena kekurangan pelamar. "Ada empat kabupaten yang seleksi atau tes PPK-nya diundur karena kekurangan pelamar yaitu Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Sikka, dan Ende," kata Ketua KPU NTT Thomas Dohu ketika dihubungi di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan pelaksanaan perekrutan panitia pemilihan kecamatan (PPK) di NTT untuk mendukung keberlangsungan Pemilu 2024. Thomas Dohu mengatakan empat kabupaten tersebut baru melangsungkan tes tertulis PPK pada 8 hingga 10 Desember akibat jumlah pelamar kurang dari 10 orang, sedangkan 18 kabupaten/kota lainnya di NTT telah melaksanakannya.

Ia menjelaskan setelah tes tertulis, KPU akan menetapkan 10 terbesar atau 15 terbesar sesuai jumlah peserta yang mengikuti tes. "Nantinya akan direkrut lima orang untuk setiap kecamatan di seluruh NTT," katanya.

Thomas Dohu mengatakan KPU menerapkan metode computer assisted test (CAT) untuk menyeleksi PPK sehingga potensi kecurangan dapat diminimalisir dan PPK yang terpilih benar-benar selektif. Dengan penerapan metode CAT, kata dia maka seleksi berlangsung dengan cepat dan mudah serta proses seleksi juga dilakukan secara terbuka sehingga dapat diawasi oleh seluruh masyarakat.

Baca juga: Jaksa siapkan ajukan kasasi usai PPK proyek kolam labuh divonis bebas
Baca juga: 457 calon PPK di Lombok Tengah mengikuti CAT


Ia memastikan KPU melakukan seleksi harus sesuai aturan yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU Nomor 8 Tahun 2022 dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Setelah proses seleksi PPK, kata dia, akan diikuti dengan seleksi panitia pemungutan suara (PPS) yang prosesnya tidak menggunakan metode CAT karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung di tingkat desa di NTT.