Target pajak WSBK 2022 Rp4 miliar ternyata hanya dapat Rp900 juta

id Pajak WSBK,WSBK,WSBK 2022,Lombok, World Superbike (WSBK) Mandalika 2022,Mandalika,Bappenda,ITDC,MGPA

Target pajak WSBK 2022 Rp4 miliar ternyata hanya dapat Rp900 juta

Penonton ajang WSBK di Sirkuit Mandalika 2022 (ANTARA/Akhyar)

WSBK Mandalika 2022 jauh dari target yang telah ditetapkan yakni Rp4 miliar dengan asumsinya jumlah penonton mencapai 45 ribu
Mataram (ANTARA) - Badan pengelolaan dan pendapatan daerah (Bappenda) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan, pajak hiburan dari ajan World Superbike (WSBK) yang telah digelar di Sirkuit Mandalika mencapai Rp900 juta lebih. 

"Itu yang telah ditransfer oleh penyelenggara dalam hal ini ITDC atau MGPA," kata Kepala Bappenda Kabupaten Lombok Tengah, Jalaludin di Praya, Senin. 

Ia mengatakan, pajak hiburan dari WSBK Mandalika 2022 jauh dari target yang telah ditetapkan yakni Rp4 miliar dengan asumsinya jumlah penonton mencapai 45 ribu. 

"Memang jauh dari target, meskipun jumlah penonton yang hadir mencapai 50 ribu lebih," katanya.

Ia mengatakan, target pajak hiburan secara umum di 2022 mencapai Rp 78 miliar, namun yang telah terealisasi Rp 13 miliar yang terdiri dari pajak hiburan MotoGP Rp12 miliar lebih dan pajak WSBK Rp 900 miliar lebih. 

"Itu jumlah pajak hiburan yang diberikan dari ajang di Sirkuit Mandalika," katanya. 

Sebelumnya, Kepala Bappenda Lombok Tengah mengatakan, berdasarkan informasi dari MGPA, tiket ajang Wolrd Superbike (WSBK) Mandalika 2022 yang terjual mencapai 24.102 lembar. 

"Itu informasi yang kami terima setelah melakukan pertemuan dengan pengurus MGPA. Untuk rincian kita belum diberikan," katanya. 

Ia mengatakan, kalau pajak WSBK 2021 yang diterima pemerintah daerah itu Rp2,5 miliar. Sedangkan untuk ajang MotoGP Mandalika 2022 pajak hiburan yang telah diberikan itu Rp12 miliar. 
 
Sedangkan realisasi PAD Lombok Tengah 2022 hingga saat ini telah mencapai Rp247 Miliar atau meningkat bila dibandingkan dengan realisasi pad 2021 Rp154 Miliar.

"Capain PAD Lombok Tengah di 2022 ini sudah 80 persen dari total target Rp315 miliar," katanya. 

Ia mengatakan, realisasi PAD Lombok Tengah di 2022 kemungkinan akan bertambah, karena masih ada beberapa potensi PAD yang belum disetorkan oleh wajib pajak. Seperti pajak BPHTB, Penerangan Jalan Umum dan ajang World Superbike (WSBK) Mandalika 2022. 

"Sekitar Rp10 miliar lebih potensi PAD yang masih belum masuk. Artinya masih ada peluang sampai akhir 2022," katanya.