Akademisi sebut perubahan di era digital jadi tantangan untuk berkreasi

id era digital,akademisi,kampus, pengamat politik

Akademisi sebut perubahan di era digital jadi tantangan untuk berkreasi

Tangkapan layar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka Tellys Corliana dalam acara seminar nasional dengan tema "Membangun Jaringan Komunikasi untuk Kepemimpinan Kolaboratif" di Jakarta, Rabu. ANTARA/Wuryanti Puspitasari.

Jakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA  (Uhamka) Tellys Corliana mengatakan perubahan di era digital yang berlangsung dengan cepat menjadi tantangan bagi masyarakat untuk terus berkreasi dan berinovasi. "Tuntutan perubahan yang cepat pada era digital menyebabkan semua pihak harus terus berkreasi dan berinovasi," kata Tellys Corliana di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan, untuk merespons berbagai perubahan yang terjadi pada era digital maka diperlukan langkah bersama untuk mengelola berbagai tantangan dan masalah yang ada dengan sikap yang adaptif. "Untuk melakukan hal itu diperlukan jaringan komunikasi yang luas, terutama yang dapat mendukung kepemimpinan yang kolaboratif," katanya.

Tellys Corliana menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara multikultural dengan berbagai macam kompleksitas yang juga akan memiliki permasalahan yang juga kompleks. "Harus dicermati bersama, dengan adanya perubahan global dalam berbagai aspek kehidupan sehingga banyak tantangan yang perlu dihadapi," katanya.

Untuk itu, kata dia, perlu diadopsi bentuk kepemimpinan kolaboratif yang menyertakan berbagai pihak dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul melalui komunikasi yang efektif. Untuk itu, kata dia, FISIP Uhamka  menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Membangun Jaringan Komunikasi untuk Kepemimpinan Kolaboratif" agar dapat menjadi pencerahan bagi generasi muda mengenai pentingnya komunikasi dalam kepemimpinan kolaboratif di tengah perubahan era digital.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran usai seminar nasional tersebut mengatakan bahwa suatu organisasi harus adaptif dan memiliki kemampuan untuk merespons segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Kapolda menjelaskan, perubahan zaman yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat pada sejumlah aspek kehidupan. "Pada saat ini perubahan terjadi begitu cepat pada sejumlah aspek, sehingga situasi saat ini perlu menjadi tantangan bagi semua pihak untuk mampu bersikap adaptif dan merespons semua perubahan yang terjadi. Hal ini harus disadari bersama agar semua pihak dapat lebih waspada menghadapi situasi ke depan," katanya.

Baca juga: Direktur Akademi PSIS Ridwan dilibatkan urusi tim senior
Baca juga: TNI/Polri perlu diberi ruang duduki jabatan sipil


Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, kata dia perlu diiringi kemampuan untuk mengubah struktur dan kultur suatu organisasi dengan cepat. "Semua organisasi yang menjadi bagian dari masyarakat, baik organisasi bidang layanan jasa, pelayanan publik maupun penegakan hukum harus mampu beradaptasi dengan lingkungan, termasuk juga kepolisian," katanya.


 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi: Perubahan di era digital menjadi tantangan untuk berkreasi