Hut ke-55 Sumbawa Mantapkan Samawa Mampis Rungan

id HUT Sumbawa

Hut ke-55 Sumbawa Mantapkan Samawa Mampis Rungan

Upacara memperingati HUT ke-55 Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (Ist)

Momentum peringatan hari ulang tahun ke-55 Kabupaten Sumbawa tahun 2014 ini, diangkat tema `Mewujudkan Kebersamaan dalam Memantapkan Samawa Mampis Rungan` sebagai tekad untuk menciptakan suasana kesumbawaan tanpa memandang suku dan agama untuk Sumbaw

Iring-iringan karnaval berbagai kesenian daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan penyerahan bendera pataka sebagai lambang daerah Kabupaten Sumbawa, menjadi puncak kegiatan hari ulang tahun ke-55 Kabupaten Sumbawa, bertepatan pada 22 Januari 2014.

Wakil Bupati Sumbawa HA Rasyi Muhkan, selaku inspektur upacara, menerima bendera pataka setelah diarak ke seluruh wilayah kabupaten setempat. Penyerahan bendera lambang kabupaten Sumbawa dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Upacara peringatan HUT Kabupaten Sumbawa siang itu dihadiri undangan dari sejumlah kalangan, antara lain Asisten I Tata Praja Pemprov NTB DR H Rosiady Sayuti MM beserta bupati dan wali kota se-NTB.

Pada puncak acara HUT ke-55 tersebut, Bupati Sumbawa Jamaluddin Malik menyatakan mengenang kembali peristiwa satu tahun yang lalu, tepatnya pada 22 januari 2013, saat seluruh elemen masyarakat merayakan ulang tahun ke-54 Kabupaten Sumbawa, namun ternodai dengan peristiwa kerusuhan.

Peristiwa yang dikenal dengan `Tragedi 22 Januari 2013` membuat semua pihak, khususnya masyarakat Sumbawa tidak percaya terhadap apa yang terjadi. Ketidakpercayaan ini dikarenakan selama ini Kabupaten Sumbawa dikenal dengan predikat kabupaten yang paling aman, damai, kondusif dan harmonis, bukan hanya di Nusa Tenggara Barat, namun juga di Republik Indonesia.

Sayangnya predikat ini menjadi tercabik tatkala sekelompok oknum telah berhasil memprovokasi suatu kondisi yang mengarah pada kekacauan yang tak terelakkan.

"Alhamdulillah, dengan kesigapan kita bersama-sama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah, kejadian itu dengan cepat dapat diatasi. Berangsur-angsur kondisi sosial masyarakat Sumbawa kembali kepada suasana kebersamaan dan memahaminya sebagai sebuah pelajaran berharga untuk tidak terulang kembali di masa mendatang," ujar Bupati Sumbawa.

Diyakini Bupati Sumbawa, kejadian tersebut bukanlah pertikaian antara suku Bali dengan suku Sumbawa, atau pertikaian Islam dengan Hindu. Melainkan murni disebabkan perilaku sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab, yang ingin merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat Sumbawa yang telah terbina dengan harmonis selama ini.

Untuk itu, lanjutnya, kiranya sangat relevan apabila pada momentum peringatan hari ulang tahun ke-55 Kabupaten Sumbawa tahun 2014 ini, diangkat tema `Mewujudkan Kebersamaan dalam Memantapkan Samawa Mampis Rungan` sebagai tekad untuk menciptakan suasana kesumbawaan tanpa memandang suku dan agama untuk Sumbawa hari ini dan masa depan yang lebih baik, Sumbawa yang memberikan kabar gembira bagi semua orang.

"Dengan semangat itu, kita semua berikhtiar bersama segenap komponen masyarakat guna menuntaskan misi ke-4 dalam RPJMD 2011-2015, yaitu mempercepat pengembangan ekonomi daerah berbasis agrobisnis melalui percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan strategis.

Selanjutnya, penguatan kelembagaan ekonomi lokal dan peningkatan investasi, hingga diharapkan dapat bergerak menuju ke titik harapan kita bersama yaitu `Mewujudkan Masyarakat Sumbawa yang berdaya saing dalam memantapkan Samawa Mampis Rungan" yang menjadi visi jangka menengah pembangunan Kabupaten Sumbawa periode 2011-2015, papar Bupati Sumbawa.


Tujuh Penghargaan

Berbagai ikhtiar bersama antara masyarakat, dunia usaha, para pihak dan setiap entitas pemerintahan selama ini, telah mengantarkan pembangunan di daerah Sumbawa, terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu.

Berbagai kemajuan tersebut, merupakan hasil kerja keras, kesungguhan, komitmen, kebersamaan dan keberpihakan kepada rakyat, serta pengkhidmatan dalam mewujudkan Samawa Mampis Rungan,yaitu Kabupaten Sumbawa yang makmur, aman, mandiri, partisipatif, inovatif dan sehat bersendikan semangat religius, ulet-unggul, gotong royong, akuntabel dan transparan.

Menurut Jamaluddin Malik, sepanjang tahun 2011, Sumbawa memperoleh tujuh penghargaan, antara lain, penghargaan Anubhawa Sasana Desa dari Menteri Hukum dan HAM RI atas keberhasilan membina desa sadar hukum, penghargaan `information communication technology` (ict-pura) dan USO Award 2011 dalam kategori e-mula dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sebagai kabupaten/kota potensial dan siap dalam era masyarakat digital.

Selain itu, penghargaan peningkatan produksi beras nasional (p2bn) dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Anugerah Raksaniyata (penghargaan bidang lingkungan hidup) dari Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, serta penghargaan mempertahankan wilayah bebas penyakit rabies oleh Menteri Pertanian RI.

"Di samping itu, penghargaan penyampaian laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (lakip) tahun 2010 kepada Presiden RI melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi secara tepat waktu sebagai pelaksanaan Inpres nomor 7 tahun 1999 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan penghargaan Bebas Buta Aksara 2011 dari Gubernur NTB," ujar Bupati Sumbawa.


Sembilan Prestasi

Pada tahun 2012, Kabupaten Sumbawa meraih sembilan prestasi, antara lain: penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan di Kementerian Perhubungan, Satya Lencana Wirakarya di bidang pembangunan dan keluarga berencana dari Presiden RI dan diserahkan dari Wakil Presiden RI.

Selanjutnya, Anugerah Raksaniyata, yang kedua kalinya, di bidang lingkungan hidup dari Menteri Lingkungan Hidup, penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Bidang Ketahanan Pangan dari Presiden RI dan Satya Lencana Wirakarya Bidang Kelautan dari Presiden RI.

Disusul penghargaan: Adhi Bhakti Mina Bahari dari Menteri Kelautan dan Perikanan, penghargaan dari Menteri Keuangan RI atas keberhasilan menyusun dan menyajikan LAKIP dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan.

Berkiutnya, penghargaan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan karena Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu kabupaten yang mampu membebaskan NTB dari penyakit rabies dan Piagam tanda kehormatan satya lancana mitra karya atas darma bhaktinya yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain dari Presiden RI.

Sementara itu, pada tahun 2013, Kabupaten Sumbawa meraih 12 penghargaan pembangunan, yakni, penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas penerbitan peraturan daerah (perda) terkait pemberian akta kelahiran gratis, Penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan, Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, dan penghargaan Adi Praja Satwa Sewaka /`indolivestock service award` dari Menteri Pertanian RI.

Penghargaan lainnya adalah Penghargaan Manggala Karya Kencana yang diberikan kepada Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Sumbawa atas komitmen kuat tim penggerak PKK Kabupaten Sumbawa dalam mendukung program pendidikan dan keluarga berencana.

Selanjutnya, penghargaan sebagai kabupaten terbaik secara nasional dalam hal transparansi anggaran kepada masyarakat melalui media online/website, serta Kabupaten terbaik dalam hal penyelenggaraan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dari Komisi Informasi Provinsi NTB.

Sedangkan penghargaan berikutnya, meliputi: penghargaan hak atas kekayaan intelektual dari Menristek RI yang diterima oleh Busairi SP (PPL Kec. Moyo Hulu) yang telah mampu menciptakan alat pembakaran arang sekam (pupuk bokasi), penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) tahun 2013 diterima oleh Ahmad Yani (Kades Labuhan Jambu) sebagai pembina ketahanan pangan, Busairi SP sebagai pelopor ketahanan pangan, dan Hasri SP (PPL) sebagai pelayan ketahanan pangan dari Wapres Budiono.

Selain itu, penghargaan Adhibakti Tani bagi unit kerja pelayanan publik bidang pertanian diraih oleh UPT PIA Alas dari Kementerian Pertanian, penghargaan Raksaniyata dari Wakil Presiden dalam program Menuju Indonesia Hijau (MIH) dan penghargaan tanda kehormatan Satya Lancana Kebaktian Sosial (SLKS) pada acara puncak hari kesetiakawanan sosial nasional tahun 2013 dari Presiden RI.

Disinggung tentang kependudukan, Bupati Sumbawa menyatakan, penduduk Kabupaten Sumbawa menunjukkan pertumbuhan menurun dari tingkat pertumbuhan 0,89 di tahun 2008, kini sudah menjadi 0,72.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Sumbawa, mengalami pertumbuhan riil rata-rata 14,67 persen, dan pertumbuhan atas dasar harga konstan bertumbuh positif rata-rata sebesar 6,54 persen per tahun sejak tahun 2010.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa yang dalam tiga tahun terakhirnya menunjukkan peningkatan dari 66,07 menjadi 67,03, berada di atas IPM Provinsi NTB yang bertumbuh dari 65,20 menjadi 66,88. Demikian pula dengan penurunan angka kemiskinan di daerah ini yang dalam tiga tahun terakhir ini juga menurun dari 21,75% menjadi 18,25%.

"Semua itu memberikan sinyalemen bahwa pembangunan yang kita laksanakan selama ini telah memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat serta tetap memberikan peluang yang semakin terbuka bagi generasi-generasi mendatang," kata Bupati Sumbawa.

*) Penulis buku dan artikel

Pewarta :
Editor: Dina
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.