NTB Dapat Rp38 Miliar Untuk Perkebunan Tebu

id Perkebunan Tebu

NTB Dapat Rp38 Miliar Untuk Perkebunan Tebu

Seorang petani membersihkan daun tebu yang sudah kering. (Foto Antara/Arief Priyo) (1)

"Itu dana refocushing tahun anggaran 2015 yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian,"

Mataram, (Antara NTB) - Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sebesar Rp38 miliar untuk mendukung perkebunan tebu yang akan menunjang operasional pabrik pembuatan gula pasir di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

"Itu dana refocushing tahun anggaran 2015 yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian," kata Kepala Dinas Perkebunan Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnul Fauzi, di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan, dana dari Kementerian Pertanian itu akan diarahkan untuk perluasan areal tanam tebu seluas 2.000 hektare dan pembangunan kebun bibit tebu seluas 50 hektare.

Selain itu, untuk pengadaan dua unit alat mesin pertanian berupa traktor untuk pembersihan lahan tanam dan pengolahan tanah. Satu unit traktor harganya mencapai Rp950 juta.

Anggaran itu juga untuk pengadaan alat mesin panen, pompa air, alat global positioning system (GPS) dan pembelian kendaraan dum truck untuk menunjang pengangkutan tebu hasil produksi petani plasma binaan PT SMS selaku investor pabrik gula pasir di Kabupaten Dompu.

Pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran miliaran rupiah itu untuk rawat ratun lahan tanam tebu seluas 870 hektare dari 1.000 hektare lahan milik petani plasma yang sudah ditanami pada 2014.

Melihat alokasi anggaran untuk perluasan lahan tanam dan alat pengadaan alat mesin pertanian, menurut Husnul, perlu ada pembicaraan antar Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Kabuten Dompu, terkait dengan pengelolaan alat-alat produksi.

"Apakah nanti pemerintah dompu yang mengelola langsung atau di bawah instansi terkait, itu perlu didiskusikan. Rencananya kami akan adakan pertemuan bersama Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Dompu," ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya perluasan lahan tanam seluas 2.000 hektare, akan menambah luas lahan inti untuk penanaman tebu menjadi 4.000 hektare.

Sebelumnya, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan siap tanam seluas 2.000 pada 2014, dari total lahan inti yang berstatus hak guna usaha (HGU) untuk PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS), seluas 5.700 hektare, namun baru 300 hektare yang sudah ditanami pada 2014.

Sementara sisa luas lahan 1.700 hektare sudah dikelola oleh masyarakat dengan menanam berbagai komoditas, namun PT SMS menginginkan agar masyarakat menanami lahan yang dikelolanya dengan bercocok tanam tebu untuk mendukung volume produksi gula pasir sebanyak 750 ribu ton per tahun.

Husnul menambahkan, penanaman tebu pada 2014 juga memanfaatkan lahan milik petani plasma seluas 1.000 hektare, di mana petani mendapat bantuan dari dana APBN sebesar Rp7 juta per hektare untuk olah tanah dan penanaman tebu.

"Alokasi anggaran yang cukup besar itu sebagai bentuk komitmen Presiden Joko Widodo, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, termasuk menekan impor gula pasir," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.