Disperin NTB-Korem 162/WB kolaborasi mengembangkan potensi IKM desa

id Disperin NTB,Korem 162/WB,IKM di Desa,industri kecil menengah ,IKM di NTB,IKM NTB

Disperin NTB-Korem 162/WB kolaborasi mengembangkan potensi IKM desa

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti (kiri), memperkenalkan produk IKM kepada Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo. (ANTARA/HO-Disperin NTB)

Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian (Disperin) Nusa Tenggara Barat berkolaborasi dengan Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti (WB) untuk mengembangkan potensi industri kecil menengah desa di daerah itu.

Kepala Disperin NTB Nuryanti di Mataram, Minggu, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo, untuk membahas pemetaan potensi IKM di desa sebagai pengembangan ekonomi yang dimulai dari desa dan masyarakat.

"Awalnya dilakukan pemetaan potensi lokal dan sumber daya manusia yang nantinya menjadi unit-unit penggerak kegiatan ekonomi warga dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa," katanya.

Ia menyebutkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2020-2024, ada enam industri prioritas yang juga bisa menggerakkan perekonomian IKM di desa.

Keenam industri prioritas tersebut yakni pertama, industri pangan meliputi industri pengolahan ikan dan hasil laut, industri berbasis ternak ruminansia, industri berbasis ternak unggas, dan industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan.

Kedua, industri permesinan alat transportasi dan terbarukan yang meliputi industri permesinan, industri alat transportasi dan industri energi terbarukan.

Ketiga, industri hulu agro yang meliputi industri pengolahan hasil hutan kayu, industri pengolahan hasil hutan bukan kayu, industri pakan dan industri pupuk organik.

Keempat, industri hasil tambang yang meliputi industri smelter dan turunannya. Kelima, industri farmasi dan herbal meliputi industri kosmetik herbal, industri farmasi herbal, industri kimia, dan industri alat kesehatan.

Keenam, kata Nuryanti, industri ekonomi kreatif yang meliputi industri busana Muslim, industri kriya dan aneka, industri multimedia dan industri kuliner.

"Kehadiran desa terpadu atau desa wirausaha akan menjadi salah satu solusi meningkatkan produktivitas hingga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara nyata. Selain itu, menjadi ikhtiar mendorong penguatan ekonomi desa berbasis potensi dan kearifan lokal untuk desa yang kuat dan mandiri," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo mengatakan sebagai langkah awal kolaborasi, Disperin NTB dan Korem 162/WB melakukan bimbingan teknis bagi warga desa yang sudah melalui proses pemetaan.

Hal itu perlu diberikan kepada sumber daya manusia di desa sebagai bentuk penguatan pengetahuan, keterampilan, kesadaran berwirausaha, peningkatan mutu produk/jasa, nilai tambah, dan daya saing produk.

"Kami sangat mendukung hal-hal yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, sehingga bimbingan teknis untuk para warga desa setelah pemetaan merupakan langkah awal yang bagus untuk dilakukan," katanya.