Bekasi resmikan situs Kramat Batok sebagai tempat wisata religi

id Peresmian situs budaya,Situs Kramat Batok,Peresmian wisata religi,Peninggalan Kerajaan Sumedang Larang,Kabupaten Bekasi

Bekasi resmikan situs Kramat Batok sebagai tempat wisata religi

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan (ketiga dari kanan) berfoto bersama sebelum menandatangani prasasti wisata religi Cagar Budaya Kramat Batok di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (30/7/2023). (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meresmikan situs budaya Kramat Batok di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, sebagai tempat tujuan wisata religi dalam upaya menjaga eksistensi warisan peninggalan masa lampau agar tetap lestari.

Bima Arya di Kota Bogor, Minggu, mengatakan generasi muda perlu mengedepankan ide atau gagasan yang substantif dan kreatif untuk membuat narasi positif sebagai pengawal Pemilu 2024 sejak sekarang.

"Pemilu gagasan yang perlu dikedepankan, bukan hanya sekedar mengklarifikasi isu, atau fitnah yang menyebar di masyarakat. Dalam kampanye pemilu maka gagasan ini yang perlu dikampanyekan dan ditularkan oleh anak-anak muda," kata Bima.

Menurut Bima sudah saatnya mengangkat narasi-narasi positif dalam kontestasi politik 2024 dengan mengangkat gagasan-gagasan mengenai kemajuan bangsa ke depan.

Bima menerangkan konsep menangkal hoaks dengan produksi gagasan dan ide kreatif dilakukan melalui kajian pembahasan dan analisa mengenai substansi dan trik (gimmick) yang hasilnya dievaluasi untuk kemudian memunculkan hal positif baru.

Peran generasi muda harus jadi penggagas isu, menyebar isu, membuat pemilu kreatif, mengajak anak-anak muda lain untuk ada di depan, meluaskan barisan menjadikan area pemilu yang mencerahkan dan menyenangkan untuk semua. Gagasan mengenai kreativitas Pemilu 2024 pernah disampaikan juga oleh Bima Arya pada acara Lokalatih di Bumi Gumati, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (26/7).

Lokalatih yang diadakan  Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina bekerjasama dengan Badan pengawas pemilu (Bawaslu) dan Forum kerukunan umat beragama ini mengangkat tema membangun narasi positif untuk menangkal hoaks dan hasutan di Kota Bogor.

Bima menyampaikan realitas dan dinamika dalam kehidupan demokrasi ada tiga jenis orang, yakni orang kecil yang berbicara tentang orang lain, orang biasa yang berbicara tentang peristiwa, dan orang besar yang bicara mengenai ide dan gagasan.

Baca juga: Pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan Kota Lama di Semarang
Baca juga: Cagar budaya di desa bisa jadi destinasi wisata


Ide dan gagasan bisa disampaikan dari orang ke orang melalui jaringan komunitas, organisasi dan juga media sosial. Namun setiap gagasan atau ide yang ditampilkan melalui wadah (platform) media sosial ataupun melalui tatap muka perlu dibuat semenarik mungkin dengan menggabungkan antara substansi dan trik untuk lebih banyak menarik minat.  "Untuk mengatasi hoaks tidak bisa menggunakan analogi seperti petugas pemadam kebakaran, mematikan api ketika api sudah menyala," tutup dia.