Disdagin Kulon Progo dampingi Ruji Sapa olah serabut kelapa

id Kulon Progo,DPRD Kulon Progo,Serabut kelapa

Disdagin Kulon Progo dampingi Ruji Sapa olah serabut kelapa

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Priyo Santoso meninjau Ruji Sapa Wojowalur mengolah limbah sepet menjadi serabut kelapa secara sederhana. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Priyo Santoso meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat mendampingi kelompok Rumah Kerajinan Sabut Serat Kelapa Bojong I, Wojowalur, mengolah dan mengembangkan kerajinan serabut kelapa.

Priyo Santoso di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan Rumah Kerajinan Sabut Serat Kelapa (Ruji Sapa) sudah mencoba mengembangkan usaha pengolahan serabut kelapa untuk menjadi produk ekspor dan sebagian untuk kerajinan seperti pot sapu dalam satu tahun terakhir. "Kami meminta dan berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) mendampingi Ruji Sapa mengembangkan potensi lokal serabut kelapa," kata Priyo.

Ia mengatakan potensi serabut kelapa di Kulon Progo sangat melimpah dan belum termanfaatkan dengan baik. Di wilayah Wojowalur  ditemui banyak pohon kelapa dan saat panen kelapa, banyak serabut kelapa yang belum dikelola secara maksimal.

Ruji Sapa yang baru satu tahun ini masih menggunakan peralatan sederhana yang dimodifikasi sendiri dengan kapasitas sehari bisa menggiling sekitar 200 blebek serabut. Bahan serabut tersebut hanya diberi oleh masyarakat sekitar secara cuma-cuma karena selama ini sepet hanya dibakar atau dijadikan pupuk dengan cara ditanam di tanah.

"Potensi serabut kelapa sangat besar di Kulon Progo untuk ekspor. Kami minta pemkab melalui Disdagin untuk memperhatikan hal ini," katanya. Untuk itu, Priyo berharap ke depan kelompok Ruji Sapa difasilitasi peralatan yang lebih modern, sehingga bisa meningkatkan produksi.

Pemanfaatan serabut kelapa menjadi berbagai produk sangat prospektif. Selain itu, bisa memperkerjakan 10 ibu-ibu untuk membuat beberapa kerajinan. "Syukur ada badan usaha milik kalurahan (BUMKal) atau BUMD yang berani mengambil potensi ini untuk dijadikan usaha baru hanya bernilai ekspor pasti akan menggairahkan usaha baru di Kulon Progo," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo Sudarna mengatakan bila memang potensial baik dari sisi sumber daya manusia, bahan bakunya dan semangat untuk majunya ada, Disdagin Kulon Progo menyambut baik pemikiran dari Komisi II DPRD Kulon Progo.

Baca juga: Disprinkop Mataram memberikan pelatihan kriya dari limbah pelepah kelapa
Baca juga: Program KB sasar pekerja perkebunan Kotawaringin Kalteng


"Namun demikian, perajin harus melakukan komunikasi dengan Komisi II, siapa yang bisa memperjuangkan mereka untuk kepastian pengalokasian anggaran dari jalur pokok pikiran DPRD.

"Kalau sudah jelas, baru kita kondisikan legalitas kelembagaannya. Kemudian didampingi untuk membuat proposal dan memastikan usulan proposal tersebut diakomodir dalam pokok pikiran, usulan OPD, dan juga masuk usulan pada saat musyawarah rencana pembangunan kalurahan sampai Musrenbang RKPD Kabupaten," kata Sudarna.