Kapolri mendorong personel miliki kemampuan kehumasan

id E-learning humas presisi, mabes polri, rakernis polri 2024, kapolri jenderal listyo, listyo sigit prabowo, divisi humas

Kapolri mendorong personel miliki kemampuan kehumasan

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan aplikasi e-Learning Humas Polri Presisi dalam acara Rakernis gabungan lima divisi Satker Polri di Jakarta, Jumat (22/3/2024). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

Jakarta (ANTARA) -
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mendorong personel Polri memiliki kemampuan kehumasan, sehingga setiap ada kejadian bisa turun langsung ke masyarakat memberikan klarifikasi.
 
"Apabila semua anggota menjalankan fungsi kehumasan dengan baik, maka saat terjadi suatu hal urgen (penting) di waktu tertentu, respons yang diberikan akan cepat diputuskan," kata Sigit dalam acara rapat kerja teknis (Rakernis) gabungan lima divisi satuan kerja Polri tahun 2024 di Jakarta, Jumat.
 
Hal ini disampaikan Sigit saat menyaksikan peluncuran aplikasi e-Learning Humas Polri Presisi oleh Divisi Humas Polri dalam acara rakernis tersebut. Jenderal polisi bintang empat itu mengapresiasi peluncuran e-Learning Humas Polri Presisi karena menindaklanjuti perkap yang telah diterbitkan mengenai fungsi kehumasan.
 
"Humas Polri saya kira, baru saja kita lihat aplikasi e-Learning Humas Polri Presisi yang baru saja di-launching dan ini tentunya bagian daripada Divhumas untuk setiap insan Polri betul-betul bisa melaksanakan mengemban fungsi kehumasan. Saya kira ini silakan diteruskan,” ujarnya.
 
Menurut Sigit, program e-Learning humas Polri Presisi dinilai penting untuk mendukung fungsi kehumasan anggota Polri. Hal itu, kata dia, akan menambah kemampuan setiap anggota Polri dalam menjalankan peran kehumasan.
 
“Ini akan sangat membantu pada saat semua tampil di masyarakat," katanya.

Baca juga: Namanya dicatut terkait izin tambang, Menteri Bahlil datangi Bareskrim Polri
Baca juga: Polri sebut Fredy Pratama merekrut anggota jaringan baru
 
Sigit menambahkan, jika semua anggota menjalankan fungsi kehumasan dengan baik. Klarifikasi, harus menjadi strategi yang digunakan, terutama dalam mengkonfirmasi informasi hoaks.
 
“Ini langkahnya harus segera ada koreksi kemudian ada sumber yang jelas sehingga bisa dikatakan ini hoaks, ini fakta yang sebenarnya. Jadi tolong ini dilatihkan,” kata Sigit.