Pertamina Tambah Ketersediaan Tabung "Melon" di Lombok

id Gas Melon

.

"Kami melakukan antisipasi karena biasanya permintaan bahan bakar gas meningkat menjelang Natal dan tahun baru"
Mataram (Antara NTB) - Perseroan Terbatas Pertamina mengantisipasi meningkatnya permintaan elpiji bersubsidi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjelang akhir 2017 dengan menambah ketersediaan tabung tiga kilogram (melon) sebesar 12 persen dari distribusi normal sebanyak 84.000 tabung per hari.

"Kami melakukan antisipasi karena biasanya permintaan bahan bakar gas meningkat menjelang Natal dan tahun baru," kata Sales Eksekutif Elpiji Rayon IX PT Pertamina Firdaus Sustanto, di Mataram.

Menurut dia, penambahan tabung gas ukuran tiga kilogram tersebut juga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang cenderung meningkat pada Desember 2017, seiring dengan perayaan Maulid di Pulau Lombok, yang digelar hampir satu bulan penuh.

Penambahan stok dengan jumlah mencapai 252 tabung merupakan kuota maksimal yang diberikan oleh Pertamina pusat untuk Pulau Lombok. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi penambahan pada 2016 yang mencapai 8 persen.

Lebih lanjut, Firdaus mengatakan tabung melon tambahan tersebut didistribusikan secara merata untuk masyarakat di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

"Kami distribusikan merata karena aktivitas pariwisata ramai di Pulau Lombok menjelang akhir tahun, terutama sektor kuliner. Namun belum bisa dipastikan apakah ada pengaruh erupsi Gunung Agung," ujarnya.

Menurut dia, penambahan tabung elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram juga ditunjang dengan distribusi gas dari Pertamina Depo Manggis, di Bali. Total pasokannya sebanyak 252 metriks ton per hari untuk ketahanan stok di Pulau Lombok maksimal tiga hari.

Namun pasokan gas dari Bali bisa terganggu jika kondisi cuaca ekstrem terjadi di Selat Bali, berupa ombak relatif tinggi disertai angin kencang.

"Kalau depo mini elpiji di Kabupaten Lombok Barat sudah beroperasi, ketahanan stok bisa melebihi dari tiga hari. Rencananya proses pembangunan rampung pada 2019," kata Firdaus.  (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar