Mandiri antisipasi inflasi sewa rumah di Bali-Nusra

id Bank Mandiri

Kepala Perwakilan BI Wlayah NTB Achris Sarwani (kanan), bersama Direktur Operasional Bank Mandiri Ogi Prastomiyono (kanan dua), memencet tombol sirene tanda peresmian rumah dinas Griya Mandiri Lombok Langko di Kota Mataram. (Foto Antaranews NTB/Awalu

Nantinya biaya pembangunan rumah dinas dicicil selama 20 tahun. Itu lebih murah dibandingkan sewa yang setiap tahun inflasinya gila-gilaan
Mataram (Antaranews NTB) - Perseroan Terbatas Bank Mandiri memprogramkan pembangunan rumah dinas bagi karyawan dengan jabatan strategis di daerah sebagai langkah antisipasi inflasi biaya sewa di Bali dan Nusa Tenggara yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Nantinya biaya pembangunan rumah dinas dicicil selama 20 tahun. Itu lebih murah dibandingkan sewa yang setiap tahun inflasinya gila-gilaan," kata Kepala Operasional Bank Mandiri Regional XI Bali-Nusa Tenggara (Nusra) Harsono Rudi Firnadi, pada peresmian rumah dinas Griya Mandiri Lombok Langko di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat,

Ia mengatakan program pembangunan rumah dinas sudah berjalan sejak 2017, dengan jumlah yang dibangun di Bali, sebanyak 15 unit, terdiri atas 5 unit jenis rumah kos dan 10 unit jenis apartemen.

Sementara di NTB, sudah dibangun sebanyak 14 klaster rumah dinas Griya Mandiri Lombok Langko di Kota Mataram, yang mampu menampung 33 orang karyawan dari total kebutuhan untuk 121 karyawan.

"Kami masih butuh lagi untuk membangun. Kami masih ada pekerjaan rumah membangun 30 rumah dinas di wilayah Bali-Nusra. Kami akan manfaatkan aset yang belum efektif untuk diefektifkan menjadi rumah dinas," ujarnya.

Menurut Harsono, dari total rumah dinas yang sudah dibangun di Bali dan NTB, mampu menghemat anggaran perusahaan untuk sewa rumah dinas sebesar Rp1,2 miliar dari total pengeluaran Rp4,2 miliar per tahun.

Pihaknya akan berupaya untuk memanfaatkan aset-aset yang belum efektif di Pulau Lombok, untuk dijadikan sebagai rumah dinas. Pasalnya, jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah sudah jadi, diperkirakan harga tanah akan meningkat untuk properti.

"Pemilik properti tentu akan terus menekan kita untuk tetap tinggal di sana, otomatis berulang-ulang sewa di tempat yang sama," ucapnya.

Harsono berharap dengan adanya rumah dinas yang dibangun di tengah Kota Mataram dengan standar perusahaan dan dilengkapi dengan pusat olahraga akan berdampak terhadap peningkatan semangat kerja karyawan untuk menghasilkan keuntungan bagi BUMN.

Peresmian 14 unit rumah dinas yang mampu menampung 33 karyawan di Griya Mandiri Lombok Langko tersebut dihadiri oleh Direktur Operasional Bank Mandiri Ogi Prastomiyono. Hadir juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achris Sarwani, dan Kepala Bagian Pengawasan OJK NTB Hj Aprillah HS. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar