Lombok Barat (Antaranews NTB) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang-Mataram membagikan 1.500 paket kebutuhan pokok untuk warga sekitar hutan di Kecamatan Narmada dan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
"Bantuan paket kebutuhan pokok yang dibagikan tentu sangat bermanfaat bagi warga sekitar kawasan hutan. Terlebih PDAM membagikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah," kata Sekretaris Daerah Lombok Barat H Mochammad Taufiq, di Lombok Barat.
Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Barat ini, kepedulian PDAM Giri Menang-Mataram bisa memupuk dan meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kawasan hutan sebagai sumber air warga Pulau Lombok, khususnya di Lombok Barat dan Kota Mataram.
"Saya mengingatkan masyarakat agar menjaga dan lestarikan lingkungan. Ke depannya manusia akan bertambah begitu juga dengan kebutuhan air," ujar Taufik.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Giri Menang-Mataram H Lalu Ahmad Zaini, menjelaskan penyaluran bantuan kebutuhan pokok merupakan kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan sebagai wujud kepedulian sosial kepada warga yang berada di sekitar sumber air.
"Kami akan lakukan kegiatan ini terus setiap tahun sebagai sumbangsih untuk masyarakat pinggir hutan," katanya.
Zaini mengaku banyak pihak tidak puas dengan pelayanan PDAM saat ini akibat banyaknya keterbatasan yang dihadapi. Meski begitu, pihaknya bertekad melalui progam-program yang ada akan terus dijalankan sebagai bentuk kepentingan bersama.
"Menjaga lingkungan bukan tanggung jawab perusahaan saja, tapi di situ ada pemerintah dan masyarakat," ucapnya.?
PDAM Menang-Mataram juga mengalokasikan sebagian keuntungannya setiap tahun untuk kelestarian hutan sebagai daerah sumber mata air melalui program penghijauan.
Program penanaman bibit pohon tersebut melibatkan beberapa kelompok masyarakat peduli lingkungan yang ada di daerah penyangga hutan. Masing-masing memperoleh dana dengan nilai bervariasi.?
"Dana tersebut diarahkan untuk pembelian bibit pohon untuk penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan," kata Zaini.?
Ia juga berharap kepada semua pihak, tidak hanya yang tinggal di pinggir kawasan hutan, namun juga di wilayah perkotaan untuk ikut melakukan gerakan penghijauan dan membantu pemerintah memberantas pembalakan hutan. (*)