Mensos motivasi mahasiswa NTB miliki sikap revolusi mental

id Menteri Sosial,Idrus Marham,Revolusi Mental

Menteri Sosial H Idrus Marham. (Foto Antaranews)

Revolusi mental dalam persfektif Kemensos adalah bagaimana membangkitkan semangat hidup rakyat, bagaimana memotivasi rakyat agar memiliki satu kemandirian
Mataram (Antaranews NTB) - Menteri Sosial (Mensos) H Idrus Marham memotivasi 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk memiliki sikap revolusi mental agar mampu menjadi generasi yang mandiri dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

     "Revolusi mental dalam persfektif Kemensos adalah bagaimana membangkitkan semangat hidup rakyat, bagaimana memotivasi rakyat agar memiliki satu kemandirian, bagaimana menginspirasi rakyat supaya memiliki mental kaya," kata Mensos Idrus Marham, di Mataram, Sabtu (7/7).

     Hal tersebut dikatakan menteri dari Partai Golkar itu ketika menjadi pembicara Dialog Nasional yang digelar oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

     Hadir juga menjadi pembicara dalam dialog yang dipandu pengamat komunikasi politik Effendi Gazali tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

     Menurut Idrus, masalah kemiskinan di Indonesia, disebabkan kemiskinan mental dan itu menjadi masalah paling pokok. Pasalnya, hampir semua orang-orang yang maju di dunia adalah orang-orang yang memiliki semangat. Sebutlah seperti Bill Gates, dan Jake Ma.

     Banyak juga orang kaya di dunia yang sebenarnya tidak memiliki orang tua kaya, tidak memiliki orang tua pejabat, tetapi justru dari keluarga tidak mampu, lalu kemudian ada semangat yang tinggi.

     "Kalau dalam  teori Mcclelland ada yang namanya 'Nippo Achievement'. Ada namanya satu semangat untuk berprestasi, semangat untuk maju, semangat untuk bersaing. ini sebenarnya yang paling mendasar bangsa Indonesia," ujarnya.

     Pria asal Sulawesi Selatan ini menambahkan kalau sekedar memberikan bantuan sosial tidak cukup karena berapa pun bantuan yang diberikan pemerintah apabila tidak didasari revolusi mental maka akan sulit menciptakan daya saing tinggi.

     Penyaluran bantuan yang disertai dengan gerakan revolusi mental dalam persfektif pendidikan bertujuan untuk menghidupkan seluruh instrumen budaya bangsa yang memberikan semangat kepada penerima bantuan.

     Tetapi dalam persfektif Kemensos, lanjut Idrus, yakni memberikan daya saing, membangkitkan semangat hidup karena bantuan pemerintah sifatnya tidak permanen.

     "Kemensos menginginkan agar bagaimana penerima bantuan bisa hidup mandiri dan harus berusaha. Itu sebenarnya," kata Idrus sambil menegaskan bahwa revolusi mental terintegrasi dengan anggaran bantuan bagi warga kurang mampu yang dikelola oleh Kemensos. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar