Ketum PMI Ginandjar cek pelayanan korban gempa

id Gempa Lombok,Ketum PMI,Ginandjar Kartasasmita

Pelaksana Harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia Ginandjar Kartasasmita. (Foto Antaranews)

Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang kehilangan rumah mereka yang hancur akibat gempa sekaligus ingin melihat pelayanan-pelayanan PMI
Lombok Utara (Antaranews NTB) - Pelaksana Harian (PLH) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita mengunjungi lokasi pengungsian sekaligus mengecek pelayanan kesehatan terhadap warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin.

"Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang kehilangan rumah mereka yang hancur akibat gempa sekaligus ingin melihat pelayanan-pelayanan PMI untuk warga terdampak gempa," kata Ginandjar Kartasasmita.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI periode 2010-2014 ini juga ingin mengetahui secara langsung apa yang harus dilakukan PMI, terutama yang berkaitan dengan batuan-bantuan yang masih sangat dibutuhkan masyarakat.

"Kita harus percepat pengiriman dan pendistribusiannya ke masyarakat," tambah Ginandjar.

Kedatangan Ginandjar didampingi oleh jajaran pengurus PMI Pusat dan relawan PMI komedian Komeng, yang hadir untuk menghibur warga Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, melalui kegiatan dukungan psikososial untuk membantu mengurangi rasa takut dan khawatir masyarakat akibat dampak gempa.

"Senang sekali dapat bertemu langsung dengan warga disini. Selama ini saya hanya melihat berita gempa Lombok dari televisi dan media sosial. Saya ingin menghibur mereka. Setidaknya itu yang saya bisa lakukan," ujar Komeng.

Kunjungan para pengurus PMI Pusat ke Desa Dangiang merupakan bagian dari agenda rombongan yang diawali dengan mengunjungi markas PMI NTB di Kota Mataram, dan Posko PMI di Rest Area Kayangan, Lombok Utara untuk bertemu dengan para relawan PMI yang bertugas di Lombok.

Sejak terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok NTB pada 29 Juli 2018, PMI terus melakukan pelayanan kemanusiaannya kepada masyarakat terdampak gempa hingga saat ini.

Pelayanan PMI dimaksud adalah pelayanan kesehatan, distribusi bantuan darurat seperti terpal, selimut, dan tikar, pencarian orang hilang (melalui nomor telepon 085932263845), dukungan psikososial support program (PSP), serta distribusi air bersih yang menjadi pelayanan utama PMI di Lombok.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI Arifin Muhammad Hadi, menyebutkan sebanyak 20 truk tangki air bersih sudah didistribusikan untuk warga terdampak gempa di wilayah Pulau Lombok.

Untuk Lombok Utara, juga akan operasikan alat pengolah air yang dapat mengolah air keruh menjadi air bersih. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lokasi sumber air yang terbatas dan jauh.

"Pengolahan air tersebut akan kami lakukan sampai sumber air dan pipa air masyarakat diperbaiki," katanya.

Seluruh pelayanan PMI akan dilakukan selama operasi tanggap darurat PMI yang akan berjalan selama 18 bulan dengan menargetkan 20.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram.

"Wilayah pelayanan PMI juga akan menjangkau daerah-daerah yang terisolir dan belum tersentuh bantuan, seperti daerah perbukitan Gunung Rinjani," kata Arifin.

Di sela-sela kunjungannya ke Lombok, Ginandjar Kartasasmita dan rombongan menyempatkan mengunjungi keluarga almarhum relawan PMI Kota Mataram, Zullhadi, untuk memberikan penghormatan serta penghargaan atas jasa Zullhadi selama 15 tahun mengabdi pada tugas kemanusiaan selama menjadi relawan.

Zullhadi (34) meninggal dunia saat perjalanan membawa barang logistik untuk masyarakat terdampak gempa menuju Kabupaten Lombok Utara pada Kamis (9/8). (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar