Pelindo yakinkan agen kapal pesiar Lombok aman

id Pelindo III,Terminal Gilimas

Direktur Utama PT Pelindo III, IGN Askhara Danadiputra. (Foto Antaranews NTB/Sadim)

Upaya meyakinkan tidak hanya dari Pelindo tapi juga Kementerian Pariwisata
    Lombok Barat (Antaranews NTB) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III terus meyakinkan agen-agen kapal pesiar di luar negeri bahwa kondisi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, aman untuk dikunjungi pascagempa bumi 7 Skala Richter pada 5 Agustus.

    "Upaya meyakinkan tidak hanya dari Pelindo tapi juga Kementerian Pariwisata (Kemenpar)," kata Direktur Utama PT Pelindo III, IGN Askhara Danadiputra, di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, usai apel peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, di lokasi pembangunan Terminal Gilimas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (17/8).

    Jajaran Kemenpar, kata Askhara, juga terus menjalin komunikasi dengan agen-agen kapal pesiar di Singapura, dan Hong Kong untuk meyakinkan tetap datang ke Lombok membawa para wisatawan.

    "Kemarin sempat ada pembatalan kapal pesiar tapi kembali menjadwalkan ke Bali. Nanti rencananya akan datang September," ujarnya.

    Pelindo, lanjut dia, juga terus mempersiapkan Pelabuhan Benoa di Bali, dan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat. Pasalnya, kedua daerah tersebut difokuskan untuk kegiatan pertemuan IMF dan World Bank, pada Oktober 2018.

    Menurut Askhara, alur pelayaran Pelabuhan Benoa sudah bisa dipastikan bisa dimasuki kapal pesiar terbesar di dunia dengan kapasitas 5.000 orang.

    "Untuk Terminal Gilimas Lombok sekitar Februari sampai April 2019 atau saat musim liburan mudahan bisa masuk kapal pesiar berkapasitas 2.000 sampai 3000 orang," ucapnya pula.

    Ia mengatakan proses pembangunan Terminal Gilimas sudah mencapai 28 persen. Pihaknya mentargetkan pembangunan dermaga kapal pesiar rampung pada Februari 2019, dan secara keseluruhan beroperasi pada Oktober 2019. 

    "Harus bisa rampung, kalau bisa sebelum itu. Proses reklamasi sudah, tiang pancang dermaga sudah jalan. Harapan kami, akhir Agustus capaiannya 30-40 persen," katanya.

    Terminal Gilimas, kata dia, dibangun di lahan seluas 100 hektare dengan dana Rp1,2 triliun yang bersumber dari perusahaan. Lokasi pembangunan berada di sebelah barat Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

    Pembangunan infrastruktur tol laut di kawasan timur Indonesia tersebut sebagai bentuk komitmen Pelindo dalam mengembangkan fasilitas kepelabuhanan di NTB, khususnya Pelabuhan Lembar, yaitu pembangunan terminal kapal pesiar dan peti kemas. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar