Mataram, 17/1 (ANTARA) - Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) akan melanjutkan semangat perjuangan mantan Presiden Soekarno dan mantan Presiden Suharto dalam proses pembangunan di Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKPB, Jenderal (Purn) TNI, R Hartono mengemukakan hal itu dalam pertemuan dengan pengurus dan calon anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-NTB dari aprtai tersebut, di Mataram, Sabtu.
"PKPB akan melanjutkan semangat Soekarno dan Suharto, dan upaya ini tidak dilakukan oleh partai lain," kata Hartono di hadapan lebih dari 300 orang pengurus PKPB dan calon anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-NTB.
Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI era kepemimpinan Presiden Soeharto di tahun 1998 itu mengatakan, Soekarno dan Suharto merupakan presiden yang berpikir jauh ke depan saat memimpin bangsa dan negara Indonesia.
Kedua figur pemimpin negara itu dianggap memiliki kemampuan yang memadai dan punya semangat pembangunan yang patut diteruskan anak-cucu di tanah air.
"Seringkali saya diwawancarai wartawan dan masih saja ada yang menyebut-nyebut kiprah Suharto, itu berarti semangat perjuangan Suharto patut dilanjutkan meskipun beliau pernah menjadi sasaran hujatan mahasiswa di awal era reformasi," katanya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) tahun 1995 dan Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan IV itu menganjurkan pengurus dan simpatisan PKPB untuk memaknai semangat Soekarno dan Suharto dalam mengisi pembangunan di berbagai bidang.
Menurut dia, PKPB mampu membawa perubahan dalam proses pembangunan di tanah air jika dipercayakan oleh rakyat banyak dalam pemilu 2009 mendatang.
"BPKP harus mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya untuk mewujudkan impian itu, dan kiprah setiap caleg dari suatu daerah pemilihan di setiap daerah akan didampingi caleg DPR-RI agar ada penyatuan kekuatan yang dahsyat," ujarnya.
Hartono mengimbau para caleg dari PKPB di semua tingkatan agar tidak saling sikut sehubungan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melegalkan pemberlakuan sistem suara terbanyak pada pemilu 2009.
Mantan anggota MPR mewakili Golongan Karya-ABRI periode 1987-1992 itu juga mengingatkan para caleg PKPB agar tidak memamerkan harta kekeyaan dalam mengejar kursi legislatif.
"Jangan ada caleg PKPB yang bermental rusak karena hanya akan menyakitkan hati rakyat, berjuanglah secara profesional melalui cara-cara yang menarik simpati pemilih," ujarnya.(*)