Demokrat mendukung silaturahmi elit parpol

id Sekjen Demokrat,Hinca Panjaitan,Silaturahmi elit Parpol

Demokrat mendukung silaturahmi elit parpol

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kedua dari kiri) didampingi Ketua DPD Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Mahally Fikri (kedua dari kanan) pada konfrensi pers rapat konsolidasi kader Partai Demokrat NTB di kawasan wisata, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (27/7/2019). (ANTARA/Nur Imansyah).

Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan Partai Demokrat mendukung pertemuan yang dilakukan sejumlah petinggi partai politik pascapertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meski silaturahmi seperti itu lebih dulu dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Kosgama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY).

"Demokrat sudah sejak awal mendorong silaturahmi baik elit di tingkat atas maupun masyarakat biasa. Meski yang memulai itu justru AHY yang sudah 'sowan' ke elit mulai Presiden Jokowi, mantan-mantan presiden Megawati dan Habibie. Jadi kalau ada yang bersilaturahmi, kami justru lebih dulu melakukan itu," kata Hinca didampingi Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri pada konferensi pers rapat konsolidasi kader Partai Demokrat NTB di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu.
 

Menurut Hinca, meski pertemuan-pertemuan para petinggi partai tersebut tanpa Partai Demokrat, pihaknya tidak akan ikut campur atau ikut-ikutan, termasuk mempermasalahkannya karena bagi Demokrat saat ini bagaimana pasca-Pemilu 2019 semua berjalan dengan lancar. Terlebih lagi perjalanan waktu masih panjang.

"Kita mendukung semua anak bangsa bertemu. Di tempat lain juga bertemu bagus. Yang susah itu kalau tidak bertemu. Jadi kalau ada pertemuan kita mendorong itu. Nah persoalan apa yang dibahas biarkan mereka melakukan itu," katanya.
 

Anggota DPR RI itu menyatakan Demokrat tidak akan ikut campur dalam penyusunan kabinet karena hal tersebut sepenuhnya hak presiden yang kemungkinan akan diumumkan pada 20 Oktober 2019.

"Saat di zaman SBY mempertontonkan dua kali berturut-turut susun kabinet dan semua menghormatinya. Masing-masing presiden memiliki cara sendiri dalam memilih menteri seperti ada uji kelayakan dan kepatutan. Jokowi juga punya cara sendiri untuk menyusun Kabinet Kerja jilid II, yang tentu kita hormati," katanya.

Sebelumnya, pascapertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto, sejumlah elit parpol juga melakukan hal yang sama. Yang terbaru adalah pertemuan Ketum Gerindra Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu Megawati menghidangkan menu nasi goreng kepada Prabowo.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar