Pembangunan PLTMG Lombok 150 MW segera rampung

id PLN UIP Nusra

Foto udara PLTMG Lombok Peaker 150 MW yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram, NTB. (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Assisten Manager Komunikasi, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) Lalu Irlan Jayadi mengatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Lombok Peaker 150 mega Watt (MW) segera rampung.

"Target pembangunannya akhir 2019 ini, mudahan tidak ada kendala sehingga bisa diresmikan awal 2020," kata Lalu Irlan Jayadi, di Mataram, Kamis.

Saat ini, kata dia, para pekerja sedang menyelesaikan proses pemasangan mesin-mesin pembangkit utama dan instalasi kabel listrik PLTMG Lombok Peaker yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram.

Selain itu, sedang dilakukan persiapan pembangunan "jetty" untuk mendukung sandarnya kapal yang mengangkut bahan bakar gas.

"Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pembangunan konstruksi, semua berjalan lancar," ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan PLTMG Lombok Peaker yang akan memproduksi energi listrik sebesar 150 MW merupakan bagian dari proyek kelistrikan sebesar 500 MW di seluruh wilayah NTB.

Proyek pembangunan pembangkit listrik sebesar 500 MW juga merupakan bagian dari proyek kelistrikan nasional sebesar 35.000 MW yang sudah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Proyek di bidang kelistrikan tersebut merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam rangka mencapai salah satu sasaran Nawa Cita, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi.

Nilai investasi proyek pembangunan PLTMG Lombok Peaker mencapai Rp1,6 triliun dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 390 orang.

"Kami berharap "Commercial Operation Date" (COD) PLTMG Lombok Peaker bisa dilakukan awal 2020 nanti," katanya.

Selain PLTMG Lombok Peaker, PLN UIP Nusra juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sambelia berkapasitas 2 X 50 MW.

Irlan mengatakan pembangunan pembangkit listrik tersebut baru mencapai lima persen karena masih dalam proses pekerjaan sipil dan "steel sturucture. Namun ditargetkan proses COD pada 2021.

Kedua pembangkit yang sedang dibangun tersebut, akan menjadi "Backbone" sistem kelistrikan di Pulau Lombok, dan tentunya akan meningkatkan keandalan sistem.

"Kami sangat optimis menyelesaikan proyek yang diamanahkan kepada kami, tentunya dengan selesainya proyek infrastruktur ketenagalistrikan di NTB, dapat menjadikan Nusa Tenggara Terang Benderang," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar