Pria berusia 53 tahun ditemukan meninggal di kamar kos kawasan Pandan Salas

id penemuan jenazah,polsek cakranegara,Pria paruh baya ditemukan meninggal di kamar kosnya,Pandan Salas

Pria berusia 53 tahun ditemukan meninggal di kamar kos kawasan Pandan Salas

Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur (tengah) melakukan olah TKP penemuan jenazah disebuah kamar kos Lingkungan Pandan Salas, Mataram, NTB, Selasa (17/9/2019). (ANTARA/Dhimas BP)

"Korban memiliki riwayat penyakit akut menahun, yakni ambeien. Selain itu, korban juga dikabarkan mengidap kelainan mental"
Mataram (ANTARA) - Seorang pria paruh baya ditemukan tewas dengan posisi tidur miring menghadap kanan di kamar kosnya yang berada di Lingkungan Pandan Salas, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur yang dikonfirmasi wartawan di Mataram, Selasa, mengungkapkan, jenazah pria paruh baya yang baru ditemukan warga sekitar pukul 20.00 WITA itu bernama Hamdi (53).

"Berangkat dari informasi warga, kami bersama unit identifikasi dari Polres Mataram dan juga pihak Puskesmas Karang Taliwang langsung ke TKP," kata Zaky.

Dari tempat jenazah ditemukan, Kapolsek Cakranegara memimpin langsung kegiatan olah TKP dan evakuasi jenazahnya yang kini telah disemayamkan di RS Bhayangkara Mataram.

"Hasil dari olah TKP ditemukan jenazah dalam posisi tidur miring menghadap kanan dan kepala di sebelah timur. Ditemukan cairan telah mengering berwarna hitam diduga darah berasal dari dubur," ujarnya.

Menindaklanjuti kabar duka ini, Kapolsek Cakranegara langsung menghubungi pihak keluarga Hamdi.

"Setelah dikabarkan, pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak untuk autopsi. Karenanya jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga," ucapnya.

Lebih lanjut didapat keterangan dari pihak keluarganya yang menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit akut menahun, yakni ambeien. Selain itu, korban juga dikabarkan mengidap kelainan mental.

"Hasil visum luar terhadap jenazah juga tidak ada ditemukan tanda-tanda atau bekas penganiayaan," kata Zaky.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar